Logo Header Antaranews Kepri

Rp1,5 Miliar Dana BLSM Batam Belum Tersalur

Rabu, 31 Juli 2013 17:27 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Sekitar Rp1,5 miliar dana bantuan langsung sementara masyarakat untuk warga Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau belum tersalurkan hingga hari terakhir penyaluran di Kantor Pos.

"Masih ada 4.000 orang yang belum menerima BLSM, dananya sekitar Rp1,5 miliar," kata Kepala Kantor Pos Batam Dodik Budihartono usai melepas peserta Mudik Bareng Kantor Pos di Batam, Rabu.

Ia mengatakan tidak tahu alasan 4.000 orang itu tidak mengambil BLSM ke Kantor Pos. "Kalau mereka ke luar kota, masa banyak betul barengan," kata Dodik.

Padahal, sebanyak 4.000 orang yang berhak menerima BLSM itu sudah mengambil Kartu Perlindungan Sosial dari Kantor Pos beberapa waktu sebelumnya.

Dodik enggan memastikan pemegang KPS sengaja tidak mengambil BLSM karena merasa mampu dan tidak layak menerima bantuan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

Menurut dia, kebanyakan warga yang tidak mengambil BLSM adalah yang tinggal di Pulau Utama. "Ini Pulau Utama, tengah kota, karena kalau yang di pulau-pulau penyalurannya di atas 90 persen," kata dia.

Jika sampai hari ini, 4.000 pemegang KPS itu tidak mengambil dana BLSM, kata dia, maka Kantor Pos akan menyimpannya untuk disalurkan pada tahap II.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Jasa Keuangan Kantor Pos Wilayah Sumatera Barat, Kepulauan Riau dan Riau, Dodo Arya mengatakan pemegang KPS yang tidak mengambil dana BLSM tahap I dapat mencairkannya sekaligus pada tahap II.

"Bisa dirapel," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam berharap pemerintah pusat melakukan verifikasi data penerima bantuan langsung sementara masyarakat agar lebih tepat sasaran dalam penyaluran dana tersebut dalam bulan-bulan berikutnya.

Wakil Wali Kota Batam Rudi mengakui daftar penerima BLSM tidak sempurna. Ada warga yang seharusnya mendapatkan malah tidak kebagian, dan ada pula yang tidak layak namun namanya masuk dalam daftar penerima BLSM.

"Namanya juga sistem, namun pemerintah terus berupaya memperbaiki untuk dievaluasi," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026