
Kemenhub apresiasi Batam beri akses pendidikan lewat subsidi tarif bus bagi pelajar

Batam (ANTARA) - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirhubda Kemenhub) RI Aan Suhanan mengapresiasi Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang memberikan subsidi tarif transportasi publik bagi pelajar melalui layanan Trans Batam.
Menurut Aan, kebijakan tarif khusus pelajar sebesar Rp2.000 menjadi langkah penting untuk membuka akses pendidikan yang lebih merata melalui konektivitas transportasi publik.
“Batam memberikan subsidi terhadap tarif bus. Ini sangat luar biasa ada subsidi untuk pelajar, jadi tarif Trans Batam hanya Rp2.000 untuk pelajar,” ujarnya di Batam, Selasa.
Aan mengatakan transportasi memiliki peran besar dalam membuka aksesibilitas masyarakat terhadap layanan pendidikan, terutama bagi pelajar yang tinggal jauh dari sekolah.
“Transportasi membuka akses pendidikan. Banyak wilayah lain anak-anak tidak sekolah karena tidak ada konektivitas transportasi, atau kalaupun ada, biayanya mahal,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Trans Batam dengan tarif terjangkau menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar mengatakan jumlah penumpang harian Trans Batam saat ini mencapai sekitar 6.000 orang.
Baca juga: Satu Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Natuna telah rampung
“Komposisinya sekitar 70 persen penumpang umum dan 30 persen pelajar,” katanya.
Ia menjelaskan saat ini Trans Batam melayani sembilan koridor di wilayah mainland Kota Batam dengan tarif flat Rp5.000 untuk umum dan Rp2.000 bagi pelajar.
Selain Trans Batam reguler, Pemkot Batam juga menyediakan layanan bus sekolah gratis bagi pelajar di wilayah hinterland atau kawasan pesisir dan pulau terluar.
Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan layanan bus sekolah gratis saat ini beroperasi menggunakan 12 unit armada.
“Ada 12 bus sekolah yang operasional. Rutenya dari Kantor Dishub menuju Jembatan Barelang sampai Titik Nol Jembatan 6. Kami melayani antar jemput pelajar di sekolah-sekolah serta perkampungan wilayah Barelang,” ujarnya.
Menurutnya, satu unit bus sekolah dapat mengangkut sekitar 60 hingga 80 pelajar setiap hari secara bergantian.
“Karena kapasitas armada masih terbatas, jadi sistemnya bergantian antar jemput. Karena kan beda-beda sekolah jadi nanti gantian dijemput, diantar, balik lagi untuk menjemput dan mengantar,” katanya.
Ia menambahkan Pemerintah Kota Batam saat ini juga mengusulkan penambahan armada bus sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
“Usulan sudah masuk dalam daftar APBD Perubahan. Tinggal menunggu ketersediaan anggaran,” ujar Bambang.
Baca juga: Kemenhub Aan resmikan penambahan 19 bus baru Trans Batam
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
