
Pemkab Natuna minta panitia kurban perhatikan prinsip ramah lingkungan

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengimbau seluruh panitia kurban, pengurus masjid, dan surau untuk memperhatikan prinsip ramah lingkungan dalam pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna Ferizaldi dikonfirmasi dari Natuna, Selasa, mengharapkan pelaksanaan kurban tahun ini dapat mengusung konsep "Eco Qurban", yakni gerakan berkurban yang ramah lingkungan.
Eco Qurban bertujuan memastikan ibadah kurban berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama dalam mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai dan limbah organik yang tidak dikelola dengan benar.
“DLH mengimbau kepada seluruh pihak untuk melaksanakan ibadah kurban dengan memperhatikan prinsip ramah lingkungan,” ucapnya.
Pihaknya telah menyebarkan panduan pelaksanaan kurban ramah lingkungan yang mencakup lima poin penting, untuk menjadi perhatian panitia dan pihak terkait.
Pertama, panitia perlu memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, cukup umur, dan dipelihara dengan baik tanpa merusak lingkungan sekitar.
Kedua, proses penyembelihan dilakukan di lokasi yang menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.
Ketiga, pengelolaan limbah seperti darah, isi perut, dan sisa daging harus dilakukan dengan benar serta tidak dibuang ke saluran air, sungai, maupun sembarangan tempat.
Keempat, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban.
Kelima, melibatkan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Berkurban bukan hanya tentang ketaatan, tetapi juga wujud kepedulian kita terhadap alam dan lingkungan,” kata Ferizaldi.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
