Logo Header Antaranews Kepri

Profil Nanik S Deyang: Dari Jurnalis Senior hingga jadi Kepala BGN

Rabu, 3 Juni 2026 06:21 WIB
Image Print
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) berbincang dengan siswa saat meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). Tinjauan tersebut untuk melihat langsung proses pendistribusian makanan bergizi di sekolah guna memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/fzn/tom.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Pengumuman restrukturisasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Sebelum didapuk menjadi orang nomor satu di lembaga tersebut, Nanik mengemban amanah sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Karier jurnalistik

Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968 ini lebih populer dengan nama Nanik S. Deyang. Sebelum berkecimpung di dunia politik dan birokrasi pemerintahan, ia dikenal luas sebagai seorang jurnalis senior yang memiliki jam terbang tinggi.

Nanik mengawali karier kewartawanannya di Tabloid Bangkit, sebuah media yang berada di bawah naungan kelompok Kompas Gramedia. Kiprahnya di dunia pers terus menanjak hingga dipercaya menjadi pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman panjang di industri media ini membentuk karakter dan kemampuan komunikasi publiknya menjadi sangat kuat.

Nama Nanik mulai tersorot di panggung politik nasional saat dirinya aktif masuk dalam lingkaran pendukung utama Prabowo Subianto. Pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, ia memegang peran strategis sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.

Karier di pemerintahan

Pasca-terbentuknya pemerintahan di bawah Presiden Prabowo, Nanik dipercaya menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029 melalui Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, berpartner dengan Budiman Sudjatmiko.

Kariernya bergeser ke sektor gizi nasional pada agenda reshuffle Kabinet Merah Putih per September 2025, saat ia dilantik menjadi Wakil Kepala BGN. Di posisi ini, ia mengomandoi sektor komunikasi publik sekaligus fungsi kpengawasan dan investigasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.

Semasa menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal sangat vokal dan kerap melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah, termasuk yang terbaru di Sukabumi, Jawa Barat. Langkah tegas ini diambil demi memastikan standar operasional prosedur (SOP) Program MBG berjalan ketat guna menjaga kualitas asupan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok 3B).

Tegas

Dalam berbagai aksi sidak lapangan tersebut, Nanik tidak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas berupa penangguhan sementara (suspend) operasional bagi mitra SPPG yang kedapatan melanggar aturan. Sejumlah temuan pelanggaran yang kerap dijumpai di antaranya mencakup isu higienitas dapur yang buruk, tata letak sarana yang menyimpang dari pedoman teknis, hingga minimnya fasilitas sanitasi yang mengancam keamanan pangan.

Selain urusan teknis pangan, Nanik juga menuntut komitmen para mitra kerja untuk menyediakan fasilitas penginapan (mess) yang layak bagi kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi di area dapur agar SDM yang bertugas dapat bekerja optimal dengan fasilitas memadai.

Terbaru, pada Minggu (31/5), Nanik menyampaikan sebanyak 2.213 SPPG masih ditangguhkan untuk memperbaiki kualitas Program MBG.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Profil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026