
BPS Kepri: Sensus Ekonomi sasar 197 ribu unit usaha

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang menyasar sebanyak 197 ribu unit usaha serta seluruh rumah tangga di daerah tersebut.
"Dari direktori data kita, ada sekitar 197 ribu unit usaha di Kepri yang perlu didata melalui Sensus Ekonomi, guna mengetahui kondisi terkini jumlah usaha yang masih aktif beroperasi, baik skala kecil, mikro, menengah hingga besar," kata Kepala BPS Kepri Toro Haryanto usai melakukan Sensus Ekonomi di kediaman Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Jalan Peralatan, Kota Tanjungpinang, Senin.
Selain itu, menurut dia, Sensus Ekonomi juga menyasar masyarakat yang berusaha dari rumah, pedagang keliling, hingga pelaku usaha digital, seperti pembuat konten di TikTok dan platform lainnya yang menghasilkan pendapatan.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS telah menyiapkan sejumlah inovasi dan strategi pengawasan. Salah satunya melalui dashboard monitoring yang memungkinkan pemantauan kinerja petugas lapangan secara real time.
BPS juga menggunakan aplikasi berbasis digital bernama FASIH dalam proses pendataan. Melalui aplikasi tersebut, seluruh data yang dikumpulkan petugas dapat dipantau secara langsung sehingga kualitas dan progres pekerjaan dapat terukur dengan baik.
"Dari aplikasi itu, kami dapat melihat capaian target pendataan sekaligus memantau kualitas data yang masuk dari lapangan," kata Toto.
BPS Kepri turut menerapkan inovasi SPSS atau Satu Pegawai Satu SLS (Satuan Lingkungan Setempat).
Melalui program tersebut, setiap pegawai BPS diberikan tanggung jawab untuk mengawal dan memantau satu wilayah tertentu guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai target.
"Beban pekerjaan tidak hanya berada pada petugas mitra di lapangan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pegawai BPS yang ikut melakukan pengawasan dan pendampingan," ujar dia.
Lebih lanjut Toto mengatakan bahwa setiap rumah tangga yang telah didata akan ditempeli stiker Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan pendataan berskala nasional itu dilaksanakan selama 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. BPS menurunkan 1.589 petugas sensus untuk tujuh kabupaten/kota se-Kepri.
Adapun Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjadi responden perdana Sensus Ekonomi 2026, yang menandakan bahwa seluruh lapisan penduduk mulai dari kepala daerah, pejabat hingga masyarakat akan didata tanpa terkecuali.
"Sensus Ekonomi ini menjadi instrumen penting untuk menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional," kata Toto.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap.
Ansar menyebut data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kepri menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang benar serta lengkap.
"Data yang akurat akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih baik bagi daerah dan masyarakat," kata Ansar.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
