
Prarinjau Pantai Gading vs Curacao

Jakarta (ANTARA) - Ekuador akan terlalu sulit mengalahkan Jerman dalam pertandingan terakhir Grup D, padahal hanya dengan skenario kemenangan itulah yang bisa membawa mereka lolos ke fase gugur.
Jerman sendiri kemungkinan akan tetap bermain ambisius walau mungkin merotasi skuadnya. Mereka mengalahkan Pantai Gading, yang ironisnya menjadi tim yang mengalahkan Ekuador. Hasil sempurna masih menjadi incaran Jerman.
Oleh karena itu, perhatian lebih baik diarahkan kepada pertandingan lain dalam grup ini, yakni antara Pantai Gading dan Curacao.
Meskipun laga yang akan berlangsung di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, pada Jumat (26/6) pukul 03.00 WIB ini akan cenderung tak seimbang, tapi memuat konten lebih menarik untuk disimak.
Laga ini mempertemukan tim debutan dengan peringkat terendah melawan salah satu raksasa Afrika yang tampil meyakinkan dalam dua pertandingan sebelumnya. Pantai Gading juga tengah memburu tiket ke fase gugur, setelah dalam tiga penampilan terakhir mereka di Piala Dunia selalu terhenti di babak grup.
Pantai Gading membutuhkan kesempurnaan untuk memenangkan laga ini, sedangkan Curacao memerlukan kekuatan hati dan juga keberuntungan guna menjadi tim berperingkat terendah pertama yang lolos ke fase knockout Piala Dunia.
Kedua tim akan menjalani pertandingan ketiga fase grupnya dengan perbedaan jauh dalam cara mereka memetik hasil pertandingan dalam dua laga sebelumnya.
Efek Advocaat
Pantai Gading tak akan berjudi untuk mengakhiri laga ini tanpa gol seperti dialami Ekuador, karena Curacao juga memiliki kemampuan mencetak gol yang baik.
Buktinya, mereka berhasil memasukkan satu gol ke gawang Jerman, setelah mengonversi salah satu dari delapan peluang.
Saat menghadapi Ekuador, Curacao bahkan membuat 10 peluang yang tiga di antaranya tepat sasaran.
Itu semua menjadi faktor yang harus dicermati Pantai Gading, bahwa walau profilnya kecil, Curacao tetap memiliki kemampuan menjebol gawang tim besar.
Akan sangat membahayakan Pantai Gading jika tim asuhan Dick Advocaat itu mencetak gol lebih dulu, dan setelah itu mundur untuk bermain seperti mereka menahan serbuan Ekuador.
Saat melawan Curacao, Ekuador melepaskan percobaan gol yang lebih banyak ketimbang yang dilakukan Jerman. Mereka juga membuat tusukan ke sepertiga terakhir yang juga lebih sering ketimbang Die Mannschaft.
Jika Jerman membuat 26 peluang yang 12 di antaranya on target, maka statistik Ekuador lebih tinggi lagi dengan 27 peluang yang 15 di antaranya tepat sasaran.
Ekuador juga 88 kali melakukan penetrasi ke sepertiga terakhir lapangan, sedikit di atas Jerman yang 81 kali menyerang sepertiga pertama Curacao.
Kembali dibanjiri serangan
Walau kalah dari sudut penguasaan bola, Pantai Gading mengungguli Ekuador dalam hal peluang dan agresi ke sepertiga terakhir.
Mereka menciptakan 15 peluang yang 4 di antaranya tepat sasaran, dan 51 kali memasuki inti pertahanan Ekuador.
Tapi Pantai Gading harus menunggu 90 menit untuk bisa mengalahkan Ekuador, dari gol yang dibuat pemain pengganti, Amad Diallo.
Padahal waktu itu Ekuador bermain terbuka, dengan pertahanan yang tidak serapat Curacao.
Artinya, Pantai Gading menghadapi tantangan yang lebih berat karena harus membongkar pertahanan lawan yang telah dipoles Dick Advocaat menjadi jauh lebih sulit ditembus.
Namun justru karena itulah pelatih Emerse Fae kemungkinan tetap menurunkan para pemain yang mengalahkan Ekuador, dengan perubahan pada formasi menjadi 4-3-3 seperti saat menghadapi Jerman. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan daya gedor.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pantai Gading vs Curacao: Gajah lawan semut
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
