
PLN Sambung Listrik Pulau Belakangpadang

Batam (Antara Kepri) - PT Perusahaan Listrik Negara bekerjasama dengan anak perusahaannya PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (B'right PLN Batam) menyambung aliran listrik dari Pulau Batam ke Pulau Belakangpadang untuk melayani kebutuhan listrik warga pesisir.
"PLN Persero membeli listrik dari PLN Batam untuk disalurkan ke Pulau Belakang Padang melalui kabel bawah laut," kata Asistem Manajer PT PLN Persero Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Cabang Tanjungpinang Endi Novian di Batam, Rabu.
Penyambungan listrik itu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada sekitar 2.900 pelanggan PLN di Pulau Belakangpadang yang selama ini menggunakan mesin diesel.
Ia mengatakan meski listrik yang disalurkan berasal dari Batam, namun harga jual listrik ke warga Belakangpadang tetap berdasarkan Tarif Dasar Listrik Nasional (TDL), bukan Tarif Listrik Batam (TLB).
"Harga jualnya TDL nasional, harga subsidi," kata dia.
Kabel bawah laut yang disambung dari Tanjungpinggir, Pulau Batam itu mampu mengaliri listrik dengan daya 2 mega watt, diatas kebutuhan warga pesisir sekitar 1,1 mega watt.
"PLN Persero membeli listrik dengan daya 2 mega, sedangkan yang terpakai 1,1 mega watt," kata dia.
Pembangunan jaringan bawah laut yang dibangun sejak beberapa bulan lalu itu memakan biaya hingga Rp16 miliar.
Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan B'right PLN Batam Kurnia Rumdhony mengatakan penjualan listrik itu sebagai komitmen PLN Batam dalam mendukung pembangunan.
Namun, wilayah operasional PLN Batam hanya untuk wilayah pulau utama Batam, maka PLN hanya dapat menyalurkan sampai ujung pulau, di Tanjungpinggir.
"PLN Batam menjual sampai Tanjungpinggir, kemudian PLN Persero yang membangun kabel dan menyalurkannya ke Belakangpadang," kata dia.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan penyambungan listrik ke Pulau Belakangpadang adalah komitmen pemerintah sejak dirinya dilantik.
"Dua hari saya dilantik, saya ajak semua bupati dan wali kota ke Jakarta bertemu dengan Direktur PLN waktu itu Dahlan Iskan, dan inilah hasilnya," kata dia.
Menurut dia, listrik adalah infrastruktur terpenting untuk menyejaherakan masyarakat.
Sementara itu, Manajer Senior Komunikasi bright PLN Batam Agus Subekti mengaakan interkoneksi itu merupakan kerjasama antara bright PLN Batam dengan PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau dalam bentuk ikatan kerjasama jual beli tenaga listrik.
Sebelumnya, kata dia, warga Pulau belakang padang menikmati listrik mesin tenaga diesel dan berbahan bakar minyak yang memakan biaya operasional cukup tinggi.
Proses pembangunan kabel bawah laut sepanjang kurang lebih 4,778 Km dari Pulau Batam ke Pulau Belakang Padang dilaksanakan sejak bulan Maret oleh PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan kepulauan Riau.
Bentuk kerja sama ini merupakan komitmen bright PLN Batam untuk melistriki pulau Batam dan sekitarnya yaitu pulau-pulau hinterland.
Selain itu kerjasama ini juga sebagai tindak lanjut dari agenda korporasi dari PT PLN Persero untuk merangkai pulau-pulau yang terdekat dengan lumbung energi yang dicanangkan oleh Dahlan Iskan pada saat menjabat sebagai Dirut PT PLN," kata Agus. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
