Logo Header Antaranews Kepri

Profil Sudaryono, Kepala BGN yang baru

Kamis, 23 Juli 2026 05:56 WIB
Image Print
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyapa wartawan usai rapat internal di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Badan Gizi Nasional menyiapkan digitalisasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggantikan sistem pengelolaan yang selama ini masih dilakukan secara manual agar pengelolaan tersebut lebih transparan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengemukakan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono untuk menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Sudaryono dipilih karena sejak awal terlibat dalam penyusunan konsep dan pembahasan teknis Program MBG.

Sudaryono atau yang akrab dipanggil Mas Dar lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985 (41 tahun).

Sejak kecil, sosoknya dikenal sebagai anak cerdas dan pekerja keras, hingga kini mampu mengangkat derajat keluarganya. Sosok pekerja keras itu juga cukup dikenal di lingkungan sosialnya, karena aktif di berbagai organisasi yang melibatkan masyarakat kecil.

Mas Dar juga sempat menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Ia aktif di berbagai organisasi, seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Tani Merdeka Indonesia (TMI), Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), serta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Sudaryono juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Pendidikan yang mengubah jalan hidup

Lahir dari keluarga petani, Sudaryono berangkat dari pengalaman hidup yang tidak mudah. Orang tuanya tak punya lahan sendiri dan menjadi buruh di sawah milik orang lain. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk menempuh pendidikan.

Dalam situs web miliknya, ia bercerita setiap hari mesti memikul ember air di pundaknya dari sumur desa ke rumahnya dengan jarak hampir satu kilometer, mengingat desanya krisis air bersih, apalagi ketika masuk musim kemarau.

Sebagai anak petani, semangat belajarnya sangat tinggi sejak kecil. Selepas subuh, ia selalu menyempatkan untuk belajar mandiri sebelum mendengarkan penjelasan dari guru di sekolah. Hal itu yang kemudian membuatnya semakin berprestasi di sekolah, hingga berhasil menjadi siswa yang beruntung bisa mengenyam pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan menjadi lulusan terbaik pada tahun 2003.

Sudaryono melanjutkan pendidikan pada tahun 2004 dengan beasiswa di Akademi Pertahanan Nasional Jepang. Ia menekuni studi di bidang teknik mesin dan lulus meraih gelar Bachelor of Engineering pada 2009, lalu menempuh pendidikan di Universitas Swiss German, Tangerang, pada tahun 2015 untuk gelar ganda Magister Manajemen dan Master of Business Administration, dan lulus pada tahun 2018.

Kemudian, ia menempuh pendidikan doktoral manajemen dan bisnis di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2020 dan meraih gelar doktor pada tahun 2025.

Karier

Sudaryono awalnya bekerja sebagai asisten pribadi Prabowo Subianto selama lima tahun dari 2009 sampai 2014, lalu memulai karier profesionalnya dari tahun 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy.

Ia kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama Garuda TV pada 2018. Sudaryono juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Nusantara Telematics System sejak 2019, dan Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.

Ia kemudian dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024.

 

Baca selanjutnya 

Rapat rahasia...

  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak ada lagi rapat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan rahasia terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menekankan transparansi untuk perbaikan tata kelola program prioritas nasional tersebut.

"Tadi saya bilang juga, kalau orang itu misalnya bisik-bisik, rapat-rapat rahasia, empat mata, ya sudah lah, kita terang-terangan saja. Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan, saya kira itu," katanya di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menekankan pentingnya prinsip bekerja untuk masyarakat dan menggunakan akal sehat dalam menjalankan Program MBG, baik kepada internal pegawai BGN, mitra, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga seluruh masyarakat.

"Saya punya prinsip tadi, love your people (cintai masyarakat) and use your common sense (gunakan akal sehat). Jadi, kita didasari hati yang baik, mencintai rakyat, mencintai sesama, keluarga, saudara dan gunakan akal sehat," ujar dia.

Sudaryono juga meminta dukungan kepada seluruh masyarakat untuk menyebarkan berita-berita kebenaran tentang Program MBG dan bersama menangkal hoaks demi mencapai tujuan utama program untuk kualitas gizi masyarakat yang lebih baik.

"Orang itu kemudian mudah sekali membuat sensasi dengan tema MBG, jadi viral, mungkin jadi bangga. Namun, maksud saya se-viral apapun enggak ada masalah, tetapi saya ingin itu kemudian diberitakan atau diunggah kebenaran, kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenaran jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah," tuturnya.

Sudaryono dalam sesi jumpa pers setelah acara pelantikan di Istana Negara juga menegaskan dirinya dan keluarganya tidak ada yang punya dapur makan bergizi gratis (MBG).

Fakta tersebut disampaikan untuk menegaskan tidak ada konflik kepentingan dirinya dan keluarganya dalam pelaksanaan Program MBG. Pasalnya, Sudaryono berikrar untuk tidak menoleransi sama sekali segala praktik korupsi, hengki pengki, dan copet-copetan di lingkungan BGN dan terkait dengan pelaksanaan MBG.

"Gak ada, gak ada, gak ada, dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur (MBG, red.), tidak ada keluarga saya yang punya dapur, dan punya SPPG," kata Sudaryono.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan MBG merupakan program prioritas dengan anggaran yang besar dan cakupannya nasional. Alhasil, pelaksanaannya harus dijalankan dengan transparan serta akuntabel, dan setiap kebijakannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Profil Sudaryono, dari Wamentan jadi Kepala BGN

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026