Logo Header Antaranews Kepri

Guru dan Siswa Laporkan Kepsek ke DPRD

Rabu, 25 September 2013 22:30 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Sekitar 20 orang guru dan siswa SMA Negeri 14 Batam beramai-ramai melaporkan kepala sekolahnya ke Komisi I DPRD karena bersikap sewenang-wenang dan terlibat dalam pemukulan siswa, Rabu.

"Saya dimutasi ke SMA 4 tanpa SK, kepala sekolah tidak profesional," kata guru SMAN 14, Diah Wahyu Ningsih saat ditemui di DPRD Batam, Rabu.

Sebelum dimutasi, Diah mengaku adu argumen dengan kepala sekolah. Ia menduga karena hal itu dimutasi.

Menurut dia, Kepsek SMAN 4 tidak profesional, tidak kompeten dan tidak bertanggungjawab, tidak layak memimpin sebuah sekolah.

Selain itu, Kepsek juga melakukan tindak nepotisme, dengan mengangkat adik dan adik iparnya sebagai guru dan pegawai Tata Usaha.

"Pengangkatan Kepsek melanggar, dia belum layak menjadi Kepsek," kata Diah.

Di tempat yang sama, seorang siswa SMA 14, Rudi Azhari Lubis mengatakan dipukul oleh saudara Kepsek yang tinggal di lingkungan sekolah.

"Saya tidak tahu kenapa dipukul," kata dia.

Rudi bercerita, awal mulanya hanya ingin membantu seorang temannya yang kesurupan, dan membawanya ke masjid untuk ditenangkan. Tapi, saat hendak membawa korban ke masjid, ia justru dipukul kerabat kepsek.

"Saya hanya menolong ingin bawa ke mesjid tapi diahan keluarga kepsek. Dia pukul saya pakai tangan kosong," kata Rudi seraya menunjukan bekas lupa pukul yang dialaminya.

Selain dipukul, kerabat Kepsek juga menarinya hingga baju rusak.

Di tempat yang sama, usai rapat tertutup di Komisi I, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam membantah adanya tindak pemukulan dan mutasi tanpa SK.

"Tidak dipukul, bekas dipunggung itu bukan dipukul, karena kondisinya waktu itu tidak sadar," kata Muslim menjelaskan.

Menurut Muslim, Rudi adalah korban kesurupan yang berusaha disadarkan keluarka kepala sekolah. Mungkin, kata dia, luka di punggung itu berasal dari upaya orang lain kala ingin menyadarkannya.

Muslim menilai selama ini kinerja Kepala Sekolah SMAN 14 baik. "Terbukti lihat fisik sekolahnya bagus," kata dia.

Kepala Dinas menduga ada pihak yang berupaya menjatuhkan kredibilitas dirinya atau kepala sekolah demi tujuan tertentu. "Di sekolah itu ada 500 anak, jangan gara-gara protes belasan anak, malah jadi tidak baik, merusak," kata dia.

Ia meminta masyarakat tetap berfikir positif mengenai kasus itu.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengakui banyak pengangkatan guru menjadi kepala sekolah dilakukan tanpa prosedur yang benar sesuai jenjang golongan dan tahapan dalam peraturan.

"Saya banyak mendapatkan laporan banyak pengangkatan kepala sekolah tidak sesuai prosedur," kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, para guru tidak memberikan informasi yang tepat kepada pimpinan sehingga banyak pengangkatan kepala sekolah yang menyalahi prosedur.

Ia menegaskan akan lebih teliti dalam menetapkan pengangkatan kepala sekolah agar lebih tepat dan tidak menyalahi prosedur. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026