
PGN Lanjut Pembangunan Pipa Meski Ditinggal PLN

Batam (Antara Kepri) - Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk melanjutkan pembangunan pipa Tanjung Kasam-Tanjung Uncang senilai jutaan dolar AS meskipun proyek itu ditinggalkan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN B'right) Batam.
"Proyek itu tetap dilanjutkan dan sudah berjalan," kata General Manager PT PGN SBU III Mugiono di Batam, Jumat.
Ia mengatakan proyek pembangunan pipa 18 km itu awalnya dibangun PGN untuk memenuhi kebutuhan gas Pembangkit Listrik Tenaga Gas milik PLN B'right Batam di Tanjung Uncang. PGN dan PLN sudah menjalin komunikasi intensif hingga akhirnya BUMN itu membangun jaringan pipa.
Namun, tiba-tiba PLN B'right Batam membangun pipa lain untuk memasok PLTG Tanjung Uncang dari Pulau Pemping.
Pemutusan itu tidak membuat PGN membatalkan proyek itu dan berharap ada industri lain yang akan membeli gas yang dialiri dari pipa yang sedang dibangun.
"Mudah-mudahan ada semut lain yang mendatangi. Karena ibaratnya pipa PGN itu gula, bisa mendatangkan semut-semut industri," kata dia.
Menurut dia, potensi pelanggan pembeli gas baru sangat besar, karena pipa melalui beberapa kawasan industri yang membutuhkan gas.
Terpisah, Humas PLN B'right Batam Agus mengatakan PLN sudah membentuk konsorsium untuk pembangunan pipa gas yang akan mengaliri gas ke PLTG Tanjung Uncang.
"Kami membangun konsorsium. Tidak ada hubungannya dengan PGN," kata dia.
PLN B'right Batam membeli gas dari sumur Natuna yang disalurkan melalui pipa yang biasa menyalurkan ke Singapura. Konsorsium PLN membangung pipa T di Pulau Pemping untuk mengalirkan sebagian pasokan gas itu ke Batam. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
