Logo Header Antaranews Kepri

Buruh Batam Mogok, Jalan Ditutup

Kamis, 31 Oktober 2013 11:13 WIB
Image Print
Beberapa ruas jalan di Kota Batam Kepulauan Riau ditutup untuk memberikan jalan kepada ribuan buruh yang akan berkumpul di Simpang Kabil dari arah berbagai kawasan industri, Kamis. (antarakepri.com/larno)

Batam (Antara Kepri) - Beberapa ruas jalan di Kota Batam Kepulauan Riau ditutup untuk memberikan jalan kepada ribuan buruh yang akan berkumpul di Simpang Kabil dari arah berbagai kawasan industri, Kamis.

Berdasarkan pantauan, polisi memberlakukan buka tutup jalur untuk memberi jalan pada pekerja yang berjalan kaki dari berbagai kawasan industri. Jalan yang dibuka tutup antara lain Simpang Taiwan, Simpang Panbil Kepri Mal, Simpang BNI dan Simpang KDA.

Polisi mengawal ratusan hingga ribuan pekerja yang berangkat dari kawasan industri ke lokasi temu Simpang Kabil menggunakan motor dan mobil patroli pengawalan.

Melalui pesan singkat, Kabid Humas Kapolda Kepri AKBP Hartono menjelaskan jalan-jalan yang akan ditutup dan dialihkan karena akan dilalui pekerja.

Dari laporan yang diterimanya, sebanyak 2.500 pekerja akan berjalan kaki dari Batamindo ke Simpang Panbil lalu simpang Kabil. Lalu sebanyak 1.500 orang bergerak menggunakan kendaraan dari Tanjunguncang melalui Simpang Basecamp, Sekupang, Tiban, Simpang Jam hingga Simpang Kabil.

Lalu dari kawasan industri Batu Ampar dilaporkan sebanyak 500 orang menggunakan kendaraan melaju dari Simpang Melcem, Citra Buana II, Seraya Atas, Indomobil, Simpang Jam menuju simpang Kabil dan dari Batam Kota sebanyak 300 orang menggunakan kendaraan melalui Simpang Frangky, Simpang Cammo, Simpang Kabil dan Kawasan Indusri Tunas, Simpang KDA hingga Simpang Kabil.

Kemudian sebanyak 200 orang dari Nongsa menggunakan kendaraan dari Simpang Taiwan, Simpang Bundaran Kabil/Punggur, Simpang KDA menuju Simpang Kabil.

Sementara itu, pengguna jalan Ijal S mengeluhkan penutupan dan pengalihan jalan yang mengakibatkan dirinya telat sampai tujuan.

Meski begitu, ia mendukung perjuangan pekerja untuk menaikan upah minimum kota. "Semoga UMK naik, pekerja senang, perusahaan senang, hidup bisa tenang," kata dia.

Sebelumnya, Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) menyatakan 25.000 buruh di Batam ikut mogok kerja nasional pada 31 Oktober dan 1 November mendatang untuk menuntut kenaikan upah minimum sebesar 50 persen.

Wakil Ketua FSPMI Batam, Mustofa mengatakan selama aksi mogok para pekerja akan berkumpul di Simpang Kabil dan melakukan aksi duduk diam serta orasi.

"Sekaligus sosialisasi kepada masyarakat apa tuntutan kami. Bahwa kami berjuang untuk kepentingan seluruh masyarakat. Tidak hanya pekerja," kata dia. (Antara)


Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026