Logo Header Antaranews Kepri

Penerimaan PBB Batam Lebihi Target

Senin, 11 November 2013 21:37 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau sudah melebihi target yang diberikan pemerintah sepanjang 2013 sebesar Rp63 miliar karena peningkatan kesadaran masyarakat dan jumlah wajib pajak.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Batam Jefridden di Batam, Senin, mengatakan hingga November 2013, petugas berhasil mengumpulkan pendapatan PBB-P2 sebesar Rp69 miliar, lebih Rp6 miliar dari yang ditargetkan.

"Diperkirakan, hingga akhir tahun bisa melebihi yang dicapai sekarang. Sekarang PBB sudah 104 persen atau 69 miliar," kata dia.

Pencapaian itu karena kesadaran masyarakat untuk membayarkan pajak tinggi. Selain itu nilai pajak yang dibayarkan juga besar.

Pemerintah juga mempermudah pembayaran PBB dengan bekerjasama dengan beberapa bank, yaitu Bank Riau-Kepri, BTN dan BRI.

"Untuk memungut pajak, kami rekrut 100 orang tenaga harian lepas," kata dia.

Kepala Dinas optimis seluruh target PAD di APBD senilai Rp560 miliar tercapai pada akhir tahun. Hingga saat ini pencapaian mencapai Rp92 persen.

"Kami optimis capai, sekarang sudah 92 persen tercapai. Masih ada dua bulan dan ditergetkan lebih 100 persen," kata dia.

Ia mengatakan secara garis besar, seluruh pendapatan yang ditargetkan pemerintah sepanjang tahun ini sudah hampir mencapai target. Bahkan, ada banyak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sudah melebihi target pada akhir Oktober 2013.

Pendapatan galian mineral contohnya, juga sudah mencapai 104 persen, melebihi target yang ditetapkan pemerintah. "Tapi memang nilai yang diargetkan dari galian mineral memang tidak besar," kata dia.

Selain itu, PAD dari sektor hotel dan restoran, juga mencapai 90 persen, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah terkumpul Rp131 milar atau sekitar 90 persen dari target.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan optimis PAD dari sektor PBB meningkat, seiring dengan peningkatan data wajib dan objek pajak.

"Kami masih menggunakan data wajib pajak lama. Kalau pakai data terkini, potensinya sangat besar," kata Wali Kota.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026