
Wagub Enggan Campuri Dewan FTZ BBK

Batam (Antara Kepri) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo enggan mencampuri urusan Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun, terutama dalam pemilihan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Batam.
"Itu bukan urusan saya, saya tidak mau ikut campur," kata Soerya di Batam, Selasa.
Ia enggan mengomentari proses seleksi Kepala BP Batam yang nantinya akan dipilih oleh Gubernur Muhammad Sani selaku Ketua Dewan KPBPB.
Meski mendampingi Gubernur dalam kepala pemerintahan provinsi, namun Soerya tidak mau ikut campur dalam Dewan KPBPB yang secara ex oficio dipimpin Gubernur.
Soerya juga enggan mengomentari sosok yang kiranya layak memimpin pelayanan investasi di kota industri.
Sementara itu beredar kabar dari 12 nama calon kepala BP Batam, tiga nama menguat di antaranya pria yang kini menjabat Sekretaris Dewan KPBPB Jon Arizal, Direktur Pelayanan Terpadu Satu pintu Dwi Djoko Wiwoho dan seorang pria asal Karimun.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta agar pada awal Januari 2014 sudah ada definitif Kepala Badan Pengusahaan Batam agar investasi di kota industri bisa berjalan baik.
Ketua Dewan KPBPB Batam, Bintan dan Karimun Muhammad Sani mengatakan Kepala BP nantinya diharapkan dapat membawa FTZ Batam lebih maju hingga menyaingi Johor, Vietnam dan kawasan industri lain di Asia Pasifik.
"Siapanya, nanti tergantung hasil seleksi tim UI dan DK," kata Sani, yang juga Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).
Pengamat ekonomi Umar Juoro berharap Kepala BP Batam yang terpilih berasal dari kalangan yang berpengalaman dan memiliki integritas karena akan memimpin lembaga sebagai lokomotif perekonomian.
"Dengan kondisi seperti agar bisa membawa Batam menjadi lokomotif perekonomian Indonesia," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
