Logo Header Antaranews Kepri

Kepri prioritaskan pelayanan wisata terbaik di tengah tantangan global

Selasa, 21 April 2026 16:23 WIB
Image Print
Rapat Koordinasi Pemprov Kepri bersama pemangku kepentingan, pelaku pariwisata dan Kementerian Pariwisata RI di Batam, Kepri, Selasa (21/4/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menilai peningkatan kualitas pelayanan pariwisata menjadi prioritas utama dalam menghadapi dampak konflik geopolitik yang berpotensi mempengaruhi jumlah masuknya wisatawan ke provinsi itu.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pentingnya menyamakan persepsi seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan terbaik sejak wisatawan pertama kali masuk wilayah.

“Pelayanan harus menjadi prioritas. Sejak wisatawan turun dari pesawat atau tiba di pelabuhan, mereka harus disambut dengan senyum dan keramahan. Ini menjadi kesan pertama yang sangat menentukan,” ujarnya di Batam, Selasa.

Ia menekankan peran layanan di titik masuk seperti CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority) sebagai wajah utama daerah dalam membangun citra positif pariwisata.

“Kita ingin memastikan wisatawan merasa nyaman sejak awal. Karena itu, pelayanan di pintu masuk harus benar-benar kita benahi dan utamakan,” katanya.

Di tengah tantangan global, kinerja sektor pariwisata Kepri menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2025 tercatat sebanyak 2,027 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 4,320 juta wisatawan nusantara di Kepri, menjadi capaian tertinggi pascapandemi.

Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata Kepri menghasilkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dengan nilai sekitar Rp22,6 triliun dari pengeluaran wisatawan, serta menyumbang 1,83 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari sektor akomodasi dan makan minum.

Wagub Kepri mengatakan kunjungan wisatawan pada Januari hingga Februari 2026 mencapai sekitar 327 ribu orang, dengan sekitar 78 persen di antaranya berkunjung ke Batam.

Baca juga: Telkomsel hadirkan layanan digital lengkap untuk jamaah haji 1447 H

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menyebutkan kondisi pariwisata Kepri secara umum masih cukup baik, dengan pasar utama berasal dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, dan Filipina.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti kenaikan biaya transportasi dan bahan bakar, pembatasan akses dari beberapa negara, hingga potensi penurunan okupansi akibat tekanan ekonomi global.

“Kalau tidak diantisipasi, dampaknya bisa seperti saat pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata,” ujarnya.

Tersambung secara virtual, Kementerian Pariwisata menilai Kepri memiliki resiliensi yang kuat sebagai destinasi utama, khususnya bagi wisatawan dari Singapura dan kawasan sekitarnya.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia menyebut Kepri tidak hanya menarik wisatawan asal Singapura, tetapi juga wisatawan internasional yang berkunjung ke negara tersebut.

Sedangkan Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Firnandi Gufron menekankan pentingnya fokus pada pasar jarak dekat (short haul) sebagai strategi utama di tengah kondisi global saat ini.

“Pasar utama seperti Singapura, Malaysia, Australia, China, India, Jepang, dan Korea Selatan perlu terus diperkuat saat masa yang menantang seperti ini, tanpa mengabaikan pasar lainnya,” ujarnya.


Baca juga: Pemprov Kepri batasi perjalanan dinas ASN



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026