
Kesadaran Pengusaha Batam Membayar Pajak Sangat Rendah

Batam (Antara) - Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam, Yudi Asmara Jakalelana mengatakan kesadaran pengusaha di Batam dalam membayar pajak masih sangat rendah.
"Secara keseluruhan rata-rata kesadaran pajak di Batam baru 50 persen. Dari jumlah tersebut, hanya 21,56 persen pengusaha yang membayar pajak," kata dia di Batam, Senin.
Ia mengatakan, untuk wajib pajak badan (PPH Badan) kepatuhan mencapai 58 persen, sementara PPH perorangan atau karyawan mencapai 38,10 persen.
"Kami juga memahami bahwa petugas kami kurang. Namun kami juga akan terus melakukan sosialisasi dan melakukan pengejaran kepada wajib pajak untuk membayar kewajibannya," kata dia.
Yudi mengatakan, banyaknya perusahaan dan wajib pajak lain di Batam dan terbatasnya petugas KPP Pratama Batam juga mengakibatkan banyak masyarakat belum sadar pajak.
"Target kami tahun ini 60 persen wajib pajak membayarkan kewajibannya. Kami akan maksimalkan itu walau dengan petugas yang terbatas," kata Yudi.
Ia mengatakan, hingga November 2013 penerimaan pajak di Batam mencapai sekitar Rp752 miliar atau sekitar 89,79 persen dari target penerimaan sebesar Rp838 miliar.
Sementara itu, pada 2012 pencapaian pajak di Batam mencapai Rp682 miliar atau 105,03 persen dari target Rp649 miliar.
"Untuk 2013 ini diharapkan peningkatanya mencapai 10,38 persen dibanding capaian pada 2012," kata Yudi.
Yudi mengatakan, terus melakukan sosialisasi pentingnya pajak untuk membiayai pembangunan negara.
"Jika target penerimaan dari pajak sebesar 70 persen dan target penerimaan sektoir lain tidak terpenuhi. Maka untuk menutupi pembangunan harus berhutan dengan negara lain. Hutang yang besar akan membebani negara," kata dia.
Ia menyatakan, bangkrutnya negara Yunani salah satunya dikarenakan karena kesadaran masyarakat membayar pajak sangat minim.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
