
Batam Butuh 200 Ruang Kelas Baru

Batam (Antara Kepri) - Sekolah di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau membutuhkan sekitar 200 ruang kelas baru untuk mendukung penerapan kurikulum baru, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Jumat.
Ia mengatakan selama ini sekolah-sekolah sudah kekurangan kelas dan dapat diantisipasi dengan pembagian dua jam sekolah, pagi dan sore sehingga terpenuhi. Namun kurikulum baru tidak mungkin dibagi dalam dua jadwal belajar.
"Kurikulum baru tidak bisa pakai 'shift', karena pulang sekolahnya saja sudah jam 14.00-15.00 WIB, kalau dua 'shift', anak mau pulang jam berapa lagi, tidak bisa terlalu malam," kata Muslim.
Meski begitu, Pemerintah Kota tetap bersikeras menerapkan kurikulum baru di seluruh sekolah negeri. Tidak hanya di sekolah yang ditunjuk pemerintah pusat.
Ia mengatakan untuk tahun ajaran 2014/2015, pemerintah pusat belum menambah jumlah sekolah yang ditunjuk dan dibiayai menerapkan kurikulum baru, yaitu 30 sekolah, sama dengan 2013/2014. Sementara sekolah lainnya bersifat terapan, kata Muslim.
Untuk mengantisipasi kekurangan ruang kelas dalam penerapan kurikulum baru, Muslim mengatakan akan menggunakan seluruh ruang yang ada di sekolah untuk tempat belajar anak, sambil menunggu pembangunan RKB.
"Pembangunan RKB tidak bisa sekaligus semua, harus berangsur, karena keterbatasan biaya," kata dia.
Pada RAPBD 2014, Dinas Pendidikan mengajukan penambahan 47 RKB. Ia berharap disepakati DPRD demi pelasanaan kurikulum baru yang merata di semua sekolah.
Penambahan RKB, kata Muslim, diutamakan di sekolah-sekolah yang padat siswa seperti sekolah di Sagulung, Sei Beduk, Batu Ampar dan Lubuk Baja.
Mengenai anggaran, ia memperkirakan setiap RKB membutuhkan dana Rp200 juta, termasuk untuk pengadaan kursi dan meja baru.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
