
Cuaca Buruk Belum Berhenti Melanda Natuna

Natuna (Antara Kepri) - Kondisi cuaca buruk berupa tingginya curah hujan, angin kencang dan gelombang tinggi di kawasan Kabupaten Natuna dalam beberapa hari ke depan akan terus berlanjut dan belum berhenti.
Pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai, Senin, gelombang laut di perairan Natuna mencapai 5 meter dengan kecepatan angin mencapai 20 hingga 30 knot.
"Ini sangat membahayakan bagi nelayan dan transportasi laut yang menggunakan kapal yang berukuran kecil. Kami menghimbau kepada masyarakat, agar menunda dulu untuk melaut. Begitu juga
dengan kapal-kapal penumpang yang berukuran kecil yang di bawah 100 GT. Sesuai dengan pengamatan BMKG, Ranai, dalam beberapa waktu kedepan, cuaca di perairan Natuna sangat ekstrim," ujar Kepala BMKG Ranai, Yassinson.
Ia mengingatkan, supaya para nelayan yang ingin melaut agar menunda, karena akan membahayakan sekali. Sebab selain gelombang yang tinggi, kecepatan angin juga sangat tinggi.
"Dalam beberepa hari kedepan, curah hujan di wilayah Natuna akan semakin tinggi dari biasanya, dengan kecepatan angin mencapai di atas normal. Ini sangat membahayakan sekali bagi keselamatan nelayan," ingatnya.
Dikatakan Yassinssons, musim utara akan berlangsung selama 3 bulan kedepan. Dari pengalaman tahun sebelumnya, musim utara merupakan musim yang paling dikhawatirkan masyarakat.
"Jika musim utara tiba, beberapa aktifitas perekonomian terhenti. Seperti nelayan, transportasi penyeberangan antar pulau akan terganggu. Musim utara akan mencapai puncaknya hingga bulan Maret mendatang. Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, musim utara ini merupakan waktu yang dikwatirkan masyarakat Natuna," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Lukman Said mengatakan, sejumlah keberangkatan kapal trasportasi laut tidak diizinkan untuk berlayar.
"Melihat kondisi cuaca yang saat ini yang begitu ektrim, maka terhadap kapal penumpang atau barang yang berukuran kecil belum diizinkan untuk berlayar. Seperti kapal Natuna Expsres dan Trigas III. Ini berlaku untuk beberapa hari kedepan," pungkasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
