Logo Header Antaranews Kepri

Pelabuhan Sekupang Penuh Sesak

Minggu, 5 Januari 2014 19:37 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pelabuhan Domestik Sekupang sepanjang Minggu penuh sesak oleh calon penumpang yang berangkat ke sejumlah daerah usai menikmati liburan di Kota Batam.

"Sepanjang hari ini penuh sesak. Rata-rata penumpang kapal ingin kembali ke daerah masing-masing usai berlibur di Batam," kata Syahbandar Pelabuhan Domestik Sekupang, Yovan Siahaan di Batam, Minggu.

Ia mengatakan, penumpang tersebut rata-rata pulang ke Tanjung Balai Karimun, Tanjungbatu, Moro di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau yang perjalanannya bisa ditempuh 1-1,5 jam dari Batam.

Selain itu, sejumlah penumpang juga pulang ke Selatpanjang, Provinsi Riau dan Kuala Tungkal Provinsi Jambi dengan jarak sekitar 4 jam dari Batam.

Yovan mengatakan, untuk penumpang jarak jauh seperti Buton, Dumai di Provinsi Riau rata-rata sudah kembali pada Jumat dan Sabtu.

"Hari ini jumlah penumpang anak-anak yang pada Senin (6/1) akan mulai masuk sekolah sangat banyak dibanding hari sebelumnya," kata dia.

Hingga Minggu sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi Pelanuhan Domestik Sekupang masih padat. Sejumlah calon penumpang kapal masih terus berdatangan.

"Ini puncak arus penumpang yang meninggalkan Batam. Kemungkinan sampai kapal terakhir akan padat," kata Yovan.

Pihak syahbandar hingga berita ini ditulis belum memastikan jumlah penumpang yang meninggalkan Batam. Namun menyatakan jumlahnya jauh lebih banyak dibanding hari-hari biasa.

Sejumlah calon penumpang MV Miko Natalia menyatakan ketinggalan kapal, karena jadwal keberangkatan lebih cepat dari yang tertera di tiket.

"Kami sempat mempertanyakan ke petugas tiket kapal. Katanya yang terlambat bisa menggunakan kapal berikutnya karena ada tambahan kapal," kata seorang penumpang, Hendra.

Pelabuhan Domestik Sekupang merupakan pelabuhan utama yang menghubungkan Kota Batam dengan beberapa provinsi di Sumatera Daratan seperti Riau dan Jambi. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026