Logo Header Antaranews Kepri

Karimun Dapat Program Rehabilitasi Rumah 900 Unit

Selasa, 14 Januari 2014 22:40 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau memperoleh program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 900 unit pada 2014.

"Tahun ini rumah tidak layak huni yang akan direhab lebih banyak dari 2013. Kalau pada 2013 sebanyak 750 unit, maka tahun ini 900 unit," kata Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Karimun Syafruddin AR di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Syafruddin mengatakan, sebanyak 60 dari 900 unit tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT), yaitu untuk rehabilitasi rumah Suku Duane di Kecamatan Kundur.

Sedangkan sisanya sebanyak 840 unit, menurut dia, merupakan program RLTH lanjutan yang dicanangkan Gubernur Kepri sejak 2011.

"Sebanyak 840 unit rumah yang akan direhab itu berasal dari anggaran sistem 'sharing' antara kabupaten dan provinsi. Sharing satu banding dua, atau 280 unit dari APBD Kabupaten Karimun dan 560 dari APBD provinsi," jelasnya.

Ia belum dapat memerinci di daerah mana dan berapa jumlah rumah tidak layak huni yang akan direhab pada setiap kecamatan.

"Yang jelas, rumah tidak layak huni yang belum direhab tahun lalu dan memenuhi persyaratan," katanya.

Syarat rumah yang direhab, jelas dia, sesuai dengan kriteria rumah miskin oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian memiliki surat kepemilikan tanah atau surat lain yang menyatakan bahwa tanah tersebut milik sendiri.

"Syarat-syarat secara rinci nanti akan dituangkan dalam petunjuk teknis. Bisa jadi persyaratannya sama seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Selain jumlah rumah yang direhab bertambah, kata dia lagi, anggaran rehabilitasi untuk satu rumah kemungkinan besar juga ditambah dari Rp20 juta pada tahun lalu menjadi Rp22 juta pada tahun ini.

"Kenaikan anggaran rehabilitasi untuk satu rumah itu tentu didasari pada harga material saat ini," ucapnya.

Program RLTH dicanangkan Gubernur Kepri Muhammad Sani sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan.

Pada 2011, Karimun mendapat jatah rumah yang direhab sebanyak 600 unit, 2012 sebanyak 1.020 unit dan 2013 sebanyak 750 unit.

Disinggung realisasi rehabilitasi rumah untuk 2013, Syafruddin mengatakan terlaksana cukup baik dan tidak ada penyimpangan.

"Walau penyelesaiannya terlambat akibat sulitnya mencari bahan baku, seperti kayu, namun pelaksanaannya cukup bagus," tambahnya.

Mengenai persentase rumah yang telah direhab, ia mengatakan belum dapat menyampaikannya karena belum ada laporan dari tenaga pendamping.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026