
Imlek jadi Ajang Pemersatu di Batam

Batam (Antara Kepri) - Perayaan pergantian Tahun Baru China, Imlek, menjadi ajang pemersatu berbagai suku dan etnis di Kota Batam Kepulauan Riau, karena menampilkan budaya berbagai suku dan dinikmati seluruh kalangan masyarakat kota, kata Wali Kota Ahmad Dahlan.
"Kebersamaan yang ada selama ini harus diteruskan. Pembangunan Batam yang ada sekarang juga tidak lepas dari peran suku Tionghoa dan suku lainnya," kata Wali Kota di Batam, Minggu.
Perayaan Imlek yang diselenggarakan sejak 18-29 Januari di Kawasan Siang Malam tidak hanya menampilkan budaya Tionghoa, melainkan juga beragam budaya di Indonesia lainnya.
Wali Kota mengatakan pembangunan di Batam bisa sukses karena adanya kebersamaan semua suku yang ada di kota itu, termasuk suku Tionghoa.
Kebersamaan di antara semua suku harus tetap terjalin, katanya.
"Mari kita jaga Batam ini. Karena kalau berhasil, kita bersama yang merasakan manfaatnya," kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan Imlek menjadi ajang pemersatu berbagai perbedaan yang ada di Batam, karena tidak hanya menyajikan berbagai atraksi kesenian Tionghoa, namun juga seluruh kebudayaan yang ada di Batam.
"Di samping perayaan, Imlek mewujudkan pembauran antar budaya dan dapat memperkokoh silaturahmi," kata dia.
Berbagai perbedaan yang mungkin sensitif dapat ditepis dalam kegiatan berkesenian, kata dia.
"Dalam kegiatan berkesenian, tidak ada membedakan suku, ras, ini lebih mudah merekatkan hubungan antar etnis," kata dia.
Perayaan Imlek juga merupakan upaya pelestarian budaya, khususnya budaya suku Tionghoa yang berada di daerah itu.
Imlek, kata dia menambahkan, juga memberikan kontribusi penambahan angka wisatawan yang datang ke Batam.
"Kalau kemudian Imlek menimbulkan dampak pada ekonomi dan pariwisata, itu hanya ikutan saja. Yang paling penting itu Imlek meningkatkan hubungan antar masyarakat," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
