Logo Header Antaranews Kepri

Harry: Pendidikan Pondasi Utama Bangun Daerah

Minggu, 16 Februari 2014 17:16 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Anggota DPR daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau Harry Azhar Azis berpendapat, sektor pendidikan merupakan pondasi utama untuk membangun daerah dan negara.

"Kalau ingin majukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,harus dimulai dengan meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan yang baik akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas," kata politisi Partai Golkar itu saat menjadi narasumber dalam dialog kebangsaan yang digelar Komunitas Bakti Bangsa Kepulauan Riau, di Tanjungpinang, Sabtu.

Harry mengemukakan, Pemerintah Indonesia maupun daerah sudah tepat mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk sektor pendidikan. Tetapi tidak semua daerah dapat menggunakan anggaran pendidikan secara benar, terarah sehingga pendidikan tidak maju.

Di satu sisi, sistem beasiswa yang diterapkan sudah cukup baik, dan pembangunan infrastruktur pendidikan terus ditingkatkan. Namun realitanya, sampai sekarang 60 persen masyarakat Indonesia hanya tamat SD.

Kondisi ini berbahaya jika pemerintah tidak segera menanganinya. Pendidikan yang rendah berbanding lurus dengan tingkat pengangguran.

"Konsep pendidikan itu harus jelas, terarah, konsisten dan dapat menunjang pengetahuan masyarakat. Pemerintah dan orang tua harus dapat mendorong serta mempengaruhi anak-anak usia sekolah untuk bersekolah," ungkapnya di hadapan puluhan mahasiswa.

Setiap sekolah harus meningkatkan kompetensinya sesuai dengan sistem yang telah dibangun pemerintah. Desain pendidikan yang telah dibangun sekarang sebaiknya ditingkatkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

"Jangan latah dalam membuat kebijakan pendidikan. Konsep pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan tidak membingungkan tenaga pengajar," ujarnya.

Menurut dia, banyak cara untuk meningkatkan motivasi kepada anak-anak untuk bersekolah. Salah satunya, yang telah dilakukan Komunitas Bakti Bangsa.

Harry memberi apresiasi kepada aktivis Komunitas Bakti Bangsa, yang telah memberi pendidikan gratis kepada anak-anak yang kurang mampu. Kegiatan itu tidak hanya bernilai kebaikan, melainkan juga membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.

"Saya merasa bangga bisa bertemu dan berdialog dengan pengajar dari Komunitas Bakti Bangsa. Gerakan Kepri Mengajar yang merupakan program pendidikan gratis sebaiknya terus dikembangkan Komunitas Bakti Bangsa," ungkapnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026