Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Dirikan Posko Kebakaran Bengkong

Jumat, 21 Februari 2014 19:10 WIB
Image Print
Pengungsi memilih pakaian bekas yang disumbangkan warga lain di tenda pengungsian kebakaran Bengkong Dalam, Batam, Jumat (21/2). Kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik melahap delapan unit rumah di pemukiman padat itu, seorang balita di

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mendirikan posko tanggap bencana kebakaran di lokasi kebakaran di wilayah Bengkong Dalam, Jumat, yang mengakibatkan puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

"Ini bantuan awal saja, kami mendirikan tenda dan memberikan bantuan pakaian dan makanan," kata Kasi Bantuan Sosial dan Penanggulangan Bencana Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Nano Sukrisno, Jumat.

Ia mengatakan masih terus mendata jumlah korban yang rumahnya terbakar atau rusak sebagai dasar pemberian bantuan yang akan segera disalurkan.

"Hingga saat ini baru sekitar 65 orang korban yang terdata di posko. Mungkin masih banyak korban yang belum terdata. Ini baru data awal," kata dia.

Sukrisno mengaku masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Kota Batam untuk menangani korban kebakaran.

Pada Jumat pagi, sebanyak lima unit rumah di RT 01/RW 09 Bengkong Dalam hangus terbakar. Sementara beberapa rumah lain terkena imbas, meski tidak sampai hangus.

Korban meninggal pada kebakaran tersebut, Rendra Valentino berusia 3 tahun, anak tunggal dari Fransisca sempat dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam untuk divisum.

Jenazah saat ini sudah dibawa ke Tanjungpiayu untuk disemayamkan di rumah saudara orang tua korban. Keluarga merencanakan pemakaman pada Sabtu di Seitemiang, Batuaji, Kota Batam.

Kanit Sabhara Polsek Bengkong Ipda Nuryasin mengatakan dugaan sementara kebakaran diakibatkan hubungan pendek arus listrik dari obat nyamuk elektrik di salah satu rumah yang terbakar.

"Kami masih terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang-barang bukti untuk mengetahui kepastiannya," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026