Logo Header Antaranews Kepri

BI Tarik Rp5 Miliar Uang Pulau Terluar

Kamis, 27 Februari 2014 21:58 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia Kepulauan Riau menarik uang rupiah tidak layar edar senilai Rp5 miliar dari lima pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan negara lain, kata Kepala Kantor BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra.

"Dalam satu kali jalan, kami bawa Rp5 miliar uang baru, langsung habis. Yang awalnya kami bawa baru semua, pulangnya lusuh," kata Kepala BI di Batam, Kamis.

Peredaran uang tidak layak edar di pulau-pulau terluar Indonesia nisbi lebih banyak daripada tempat lain, karena daerah itu jauh dari pusat kota dan sentuhan perbankan.

"Dan mungkin masih ada uang lusuh lain yang belum diambil di pulau terluar," ucap Gusti.

BI berupaya menarik seluruh uang tidak layak edar di masyarakat dan menggantinya dengan yang masih layak, untuk menjalankan "clean money policy".

Sepanjang 2013, BI Kepri menarik Rp384 miliar uang tidak layak edar di seluruh Kepri, termasuk pulau terluar. Menurut Gusti, angka itu meningkat dari tahun sebelumnya, sebanyak Rp219 miliar.

"Meningkat Rp165 miliar dibandingkan periode sebelunya, Rp219 miliar," tutur dia.

Khusus di Batam dan Tanjungpinang, BI Batam mengumpulkan uang-uang itu dari kas keliling. Selain itu, uang lusuh dikumpulkan dari masyarakat melalui penukaran bank.

Setelah ditukar dengan uang baru, uang tidak layak edar itu dikumpulkan, dan setiap dua pekan sekali dilakukan pemusnahan menggunakan mesin khusus penghancur uang yang dimiliki BI.

"Uang lusuh ditarik, dimusnahkan, dan keluarkan uang baru. Pemusnahan dilakukan reguler. Setelah bank memisahkan, dicek lagi kelayakannya, kemudian langsung pemusnahan," kata dia.

Pemusnahan uang tidak layak edar dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan.

Sementara itu, Gusti meminta masyarakat untuk lebih merawat rupiah yang dipegangnya, dengan tidak melipat, mencoret dan sebagainya, agar uang bisa lebih tahan lama.(Antara)


Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026