
Mahasiswa Umrah Serahkan Kursi Rektor ke DPRD

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa menyerahkan kursi Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang Maswardi M Amin kepada DPRD Provinsi Kepulauan Riau sebagai simbol mendesak orang nomor satu di kampus itu mundur dari jabatannya.
"Kursi ini kami serahkan kepada DPRD Kepulauan Riau (Kepri). Itu sebagai simbol mendesak rektor turun dari jabatannya," kata Junaidi Fazri, salah seorang koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa Penyelamat UMRAH Tanjungpinang, Selasa.
Kursi itu diserahkan kepada Wakil Ketua DPRD Kepri Ing Iskandarsyah, yang menemui para pendemo. Mahasiswa menuntut kursi itu diduduki oleh rektor baru, yang berkualitas.
"Saya terima kursi ini. Dan disimpan sementara di DPRD Kepri," ujar Iskandarsyah, yang ikut menenangkan massa.
Sementara itu, juru bicara Aliansi Mahasiswa Penyelamat UMRAH, Suaid mengatakan, Maswardi dan kroni-kroninya dinilai tidak melaksanakan tugasnya secara maksimal. Hal itu yang menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan di UMRAH.
Permasalahan Suradji, dosen yang diskorsing selama setahun akibat mengeluarkan pendapat di media massa merupakan pintu masuk untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan lainnya. Skorsing menunjukkan sikap yang tidak prodemokrasi, dan melukai perjuangan reformasi.
"Sudah saatnya rektor dan kroni-kroninya turun dari jabatannya," ujar Suaid.
Sementara Iskandarsyah menegaskan, kasus skorsing terhadap Suradji tidak ada hubungannya dengan DPRD Kepri. Lembaga legislatif tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi kampus.
"Sekali lagi saya katakan, bahwa DPRD Kepri tidak memiliki hubungan terhadap permasalahan itu," kata Iskandarsyah. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
