
Natuna Sepi dari Kampanye Terbuka

Natuna (Antara Kepri) - Hingga hari ini, tak satupun partai politik peserta pemilu yang mengajukan kompanye terbuka ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta ke kepolisian dan Panwaslu Natuna.
Bahkan jauh hari sebelumnya sudah ada partai politik yang mengajukan untuk tidak mengadakan kompanye.
"Hingga hari ini, tidak ada satupun dari partai politik peserta pemilu di Natuna yang mengajukan untuk melaksanakan kompaye terbuka, baik ke KPU, kepolisian maupun ke Panwaslu, seperti PAN dan Hanura dan Gerindra," ungkap Ketua KPU Natuna, Affuandris, Kamis.
Mungkin, kata Affuandris, para caleg dan parpol, lebih memilih melakukan kampanye dialogis dari rumah ke rumah. Selain itu, juga melihat konsolidasi internal masing-masing kader di tiap daerah pemilihan (dapil) yang tersebar di wilayah Natuna.
"Salah satu penyebab sepinya kampanye terbuka ini, dikarenakan para caleg dari partai politik lebih mengedepankan kampanye secara individu atau dari rumah kerumah. Atau mereka menilai kampanye terbuka tidak efektif lagi," katanya.
Salah seorang caleg partai Golkar dari daerah pemilihan satu, Yulizar menyatakan, partai dan para caleg juga tidak ada kampanye terbuka. Sebab, kampanye terbuka tersebut tidak menjamin bisa meraup suara yang lebih banyak.
"Partai dan para caleg dari Golkar dapil 1, hanya menggelar konsolidasi penguatan internal partai di tingkat ranting. Kami kira kampanye secara terbuka, karena tidak efektif lagi, bahkan untuk satu kali kampanye bisa mengeluarkan uang yang cukup banyak," katanya.
Saat ini katanya, para parpol khususnya para caleg dari Partai Golkar lebih memilih melakukan kampanye dialogis, selain tidak mengeluarkan biaya besar, mereka menilai lebih dirasakan masyarakat.
"Masyarakat kita sekarang sudah mulai cerdas, jadi kampanye dialogis lebih masuk akal dan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
