
India Jajaki Investasi di Batam

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah India menjajaki peluang investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun Kepulauan Riau untuk dikembangkan pengusaha-pengusaha asal India.
Konsulat Jenderal India, Basir Ahmed saat berkunjung ke kantor perwakilan Provinsi Riau di Batam, Kamis, mengatakan, kami mendiskusikan untuk mempererat hubungan usaha India-Kepri, bekerja sama lebih dekat lagi dengan Indonesia.
Saat ini, terdapat 16 perusahaan India di Batam. Menurut Basir, itu menandakan India berperan dalam perekonomian di Indonesia.
Ke depannya, ia berencana untuk membawa delegasi India untuk berkunjung ke Batam, agar lebih mengenal dekat peluang-peluang usaha di kota yang bertetangga dengan Singapura.
"Kepala BKPMD Provinsi Kepri, Jon, sudah menyatakan jika rencana delegasi India ke Batam, akan dibantu. Terima kasih untuk dukungannya," kata dia.
Di Batam, Konsul dan Duta Besar India menghadiri latihan Bersama Komodo 2014 yang dihadiri angkatan laut dari 17 negara. Konsul sekaligus menyempatkan diri bersilaturahmi dengan pemerintah provinsi untuk mengenal potensi usaha yang memungkinkan.
Ia juga sengaja bertemu dengan komunitas India yang berada di Indonesia. "Mereka baik-baik saja," katanya.
Basir berharap hubungan India dan Indonesia semakin erat, apalagi kedua negara memiliki ikatan sejarah dan kebudayaan. Jumlah muslim Indonesia adalah yang terbesar di dunia, dan muslim di India merupakan yang ke dua terbanyak.
Populasi utama di Indonesia dan India adalah anak muda, sehingga hubungan baik yang terus dibina diharapkan akan berlanjut hingga bertahun-tahun ke depan.
Di tempat yang sama, Kepala BKPMD Kepri Jon Arizal mengatakan, Konsul India berencana mengajak 20 orang calon investor ke Kepri.
"Bila dimungkinkan akan bawa ke Bintan, pada Juni dan Juli. Kami akan fasilitasi," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
