
Tujuh Siswa SLTA Batam Tidak Lulus

Batam (Antara Kepri) - Sebanyak tujuh orang dari 7.813 siswa tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Kota Batam Kepulauan Riau tidak lulus Ujian Nasional 2014, kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung, di Batam, Selasa.
"Tingkat kelulusan kami 99,9 persen, hanya tujuh siswa saja yang tidak lulus," kata Andi Agung.
Sebanyak tujuh siswa yang tidak lulus itu, empat di antaranya dari SMA, dua dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan seorang dari Madrasah Aliah (MA). Namun, Agung enggan memberikan detil asal sekolah siswa yang tidak lulus.
Tujuh orang siswa yang tidak lulus itu secara otomatis akan didaftarkan untuk mengikuti Ujian Paket C. Namun, jika siswa menolak ikut ujian paket C, maka dipersilahkan untuk mengulang kelas III di sekolah dan mengikuti UN tahun depan.
Sementara itu, 17 siswa tingkat SLTA di Batam meraih 10 besar nilai UN tertinggi se-provinsi Kepulauan Riau.
Dari 17 siswa berprestasi itu, tujuh di antaranya diraih oleh siswa SMA. Sedang untuk SMK, peringkat 1-10 diraih siswa-siswi SMK di Batam.
"Peringkat 10 besar tingkat SMK se-Kepri diraih pelajar Batam," kata Andi.
Sedangkan untuk MA, tidak satu pun siswa Batam yang meraih prestasi itu.
Andi mengatakan sekolah yang paling banyak menelurkan siswa dengan nilai UN paling tinggi adalah SMA Yos Sudarso.
Pemerintah kota akan memberikan penghargaan kepada seluruh siswa berprestasi yang nilai UN-nya masuk peringkat 10 besar di provinsi.
"Akan diadakan malam anugrah, khusus siswa berprestasi," kata dia.
Namun, Andi belum memastikan hadiah yang akan diberikan pemerintah. Begitu pula waktu dan lokasi malam anugrah.
"Kepala Dinas yang merancang," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
