Logo Header Antaranews Kepri

Deputi BP Kembali Ikuti Seleksi Ketua

Senin, 16 Juni 2014 18:28 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Empat orang deputi Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam serta Kepala BP Mustafa Widjaya kembali mengikuti seleksi Ketua BP yang diselenggarakan Dewan KPBPB Batam.

"Berdasarkan perbincangan dan pengamatan saya, deputi ikut semua, kecuali Ashari Abbas," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho di KPBPB Batam, Senin.

Empat orang deputi yang kembali mengikuti seleksi adalah Istono, I Wayan Subawa dan Asroni. Ashari Abas tidak ikut seleksi karena sudah ditetapkan menjadi pengawas BP Batam dalam struktur Dewan KPBPB Batam.

Joko sendiri mengaku tidak mengikuti seleksi tahun ini, meski dalam penjaringan sebelumnya sempat mendaftarkan diri menjadi Kepala BP.

"Karena ada PP tentang kepegawaian yang menyebutkan anggota BP bukanlah karyawan, sehingga harus mengundurkan diri," kata dia.

Terpisah, Ketua Dewan KPBPB Batam Muhammad Sani mengatakan pendaftaran seleksi Kepala BP Batam sudah dimulai. Namun, ia tidak merinci nama-nama yang mendaftar ke sekretariat Dewan.

"Belum ada laporan dari sekretariat, karena masih berlangsung," kata Sani.

Dewan KPBPB Batam kembali menyeleksi pemilihan Ketua Badan Pengusahaan Batam, setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) membatalkan proses seleksi sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Antara, pengumuman penerimaan seleksi pada 11 Juni 2014, dan pendaftaran mulai 12 hingga 20 Juni 2014, selama tujuh hari kerja.

Tahapan psikotes, paparan dan wawancara mulai 24-26 Juni 2014, di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Sementara pengumuman kelulusan pada 30 Juni 2014.

Untuk uji kelayakan dan kepatutan, para peserta diharuskan membuat makalah mengenai konsep pengembangan pengembangan KPBPB Batam.

Kemudian makalah akan dipaparkan dan diwawancarai oleh seluruh Ketua, Wakil Ketua, dan seluruh anggota Dewan KPBPB. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026