
Pengiriman Paket dari Batam Naik 50 Persen

Batam (Antara Kepri) - PT Pos Indonesia (Persero) Batam mencatat hingga pekan kedua Ramadan 1435 Hijriyah angka pengiriman paket barang dari Batam ke seluruh wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa dan Sumatera sudah naik 50 persen dibanding hari biasa.
"Bila pada hari-hari biasa pengiriman hanya 1,5 ton per hari. Beberapa hari terakhir ini per hari sudah mencapai 2,5-3 ton," kata Manajer Proses dan Distribusi Kantor Pos Batam Bambang Wahyudi di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, rata-rata barang tersebut dikirimkan oleh pekerja-pekerja di Batam ke kampung halaman seperti Pulau Jawa dan Sumatera.
Untuk ke Pulau Jawa, kata dia, barang dikirim dari Batam menggunakan pesawat ke Jakarta. Selanjutnya didistribusikan ke seluruh daerah dengan jalur darat dengan maksimal pengiriman satu pekan.
Sementara untuk Sumatera, paket barang dikirim menggunakan pesawat ke Medan, Padang Sumatera Barat dan Pekanbaru Riau untuk didistribusikan ke seluruh wilayah Pulau Sumatera.
Barang yang dikirim, kata Bambang, rata-rata berupa pakaian dan makanan khas Batam untuk keperluan lebaran keluarga pekerja Batam yang tidak bisa pulang ke kampung halaman.
"Lonjakan signifikan akan terjadi saat para pekerja di Batam sudah menerima THR. Biasanya perhari bisa mencapai hingga enam ton," kata dia.
Meski terjadi lonjakan, kata dia, Kantor Pos menjamin semua akan bisa dikirim sesuai dengan batas waktu maksimal.
"Kami mengantisipasi lonjakan pengiriman dengan membuat kesepakatan dengan agen kargo untuk penambahan ruang kargo pesawat. Selain itu kami juga menerapkan jam lembur untuk mengantisipasi lonjakan," kata Bambang.
Ia menjelaskan jadwal pengiriman barang yang dilayani PT Pos Indonesia dari Batam sebanyak dua kali pada pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB.
Meski sudah mengalami lonjakan, pada Kamis sore suasana kantor Pos pusat Batam di Batam Centre masih relatif sepi. Kursi yang disiapkan untuk antrean masyarakat masih nampak banyak yang kosong. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
