
Bandara Ranai Ditargetkan Selesai 2015

Natuna (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Natuna menargetkan pembangunan Bandara Enclave Sipil Ranai, selesai pada Mei 2015 yang diproyeksikan untuk melayani penerbangan domestik juga internasional.
"Saat ini pengerjaan Bandara Ranai terus dikebut, dan diperkirakan baru akan selesai pada awal Mei 2015," ungkap Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Sapta Nugraha, Rabu.
Nantinya kata Sapta, bandara ini akan memiliki panjang landasan pacu 2.500 metabolisme dengan lebar 30 metabolisme. Dengan ukuran seperti ini sudah cukup untuk menampung pesawat sekelas Boeing 737 yang banyak beroperasi di Indonesia.
Menurut rencana, bandara ini akan melayani penerbangan reguler menuju kota-kota seperti Batam, Tanjungpinang, dan Pontianak dan sebaliknya. Sedangkan untuk rute-rute regulernya akan menyesuaikan dan bisa ditambah.
"Bandara ini nantinya, tidak hanya melayani penerbangan domestik saja, akan tetapi juga penerbangan internasional," katanya.
Jika tidak ada kendala, tambah Sapta, pembangunan bandara tersebut bisa rampung sesuai yang ditargetkan oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, saat ini progres pembangunan bandara itu secara fisik sudah mencapai 80 persen.
"Kalau tidak ada kendala, target itu bisa tercapai, saat ini saja sudah mencapai 80 persen," tambahnya.
Nantinya, kata dia lagi, jika Bandara Ranai sudah dioperasikan, tentu akan banyak maskapai penerbangan yang masuk ke Natuna. Dengan demikian, maka harga tiket akan semakin murah. Sekarang ini, harganya tiket penerbangan dari dan menuju Natuna masih sangat tinggi karena minimnya persaingan.
"Dengan banyaknya pesawat yang masuk nantinya, harga tiket tentu akan bersaing. Harga tiket nantinya akan ada di kisaran ambang batas atas dan ambang batas bawah. Mudah-mudahan bandara ini bisa selesai sesuai dengan yang ditargetkan," pungkasnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
