Logo Header Antaranews Kepri

Jamaah Diminta Antisipasi Haji Akbar

Jumat, 26 September 2014 18:41 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Haji akbar yang jatuh pada Musim Haji tahun ini harus diantisipasi oleh seluruh Jamaah Haji asal Indonesia, karena jumlah jamaah haji terutama dari Arab Saudi diperkirakan akan bertambah.

"Biasanya setiap haji akbar, akan lebih banyak orang-orang yang tinggal di sana (Arab Saudi) yang melakukan ibadah haji, sehingga akan lebih padat," kata Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam, Windarto di Batam, Jumat.

Haji Akbar, yaitu pelaksanaan wukuf di Arafah yang jatuh pada hari Jumat ditunggu muslim seluruh dunia karena dipercaya mendapatkan pahala dan keutamaan lebih besar.

Karena besarnya keistimewaan Haji Akbar, maka Windarto memperkirakan jumlah jamaah akan lebih besar, terutama jamaah Arab Saudi yang memiliki fisik lebih besar dibanding orang Indonesia.

Ia mengingatkan jamaah agar mewaspadai beberapa waktu ibadah yang diperkirakan akan dipadati jamaah dari seluruh dunia.

"Waktu lempar jumroh misalnya. Tidak usah dilakukan bakda Zuhur. Lakukan di waktu lain, karena akan padat sekali di waktu itu," kata dia.

Memang, menurut Windarto, banyak jamaah yang memilih untuk melaksanakan lempar jumroh bakda Zuhur. Namun, bukan berarti bila dilakukan di luar waktu itu, ibadah menjadi tidak sah.

"Di waktu lain tetap boleh. Makanya, jamaah agar baik-baik mengatur waktu, disesuaikan dengan kondisi fisik. Jangan memaksakan," kata dia.

Ia juga meminta jamaah untuk menjaga kesehatan dengan mematuhi anjuran dan larangan petugas kesehatan, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Mengenai kondisi jamaah Tanah Suci, ia mengatakan berdasarkan laporan, jamaah dalam keadaan relatif sehat.

Dua orang calon haji asal Tanjungpinang Kepri yang sempat dirawat di Balai Pengobatan haji Indonesia, Hattas Ahmad Dg Massera bin Dg Massera dan Husnul Hafil bin Baheh keadaannya sudah membaik dan mulai bergabung dengan rombongan untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.

Hingga kini, Embarkasi Batam mencatat dua jamaahnya meninggal di Tanah Suci yaitu Zainuddin Umar bin Jopun (64) yang berasal dari Kabupaten Pelalawan, Riau dan Martius bin Nurdin (53) yang berasal dari Kota Pekanbaru, Riau. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026