Logo Header Antaranews Kepri

Batam Kembali Cetak KTP Elektronik

Jumat, 2 Januari 2015 15:00 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali mencetak kartu tanda penduduk elektronik yang sempat tertunda beberapa waktu karena Pemkot kehabisan blanko KTP elektronik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam Mardanis di Batam, Jumat, mengatakan pihaknya baru menerima 8.000 lembar blanko KTP elektronik dari pemerintah pusat.

Sebanyak 8.000 lembar blanko itu diutamakan untuk mencetak KTP elektronik untuk warga yang merekamkan datanya pada 2012 karena sampai saat ini masih banyak warga yang merekamkan data sekitar tiga tahun lalu namun belum menerima KTP.

"Untuk sekarang, kami memrioritaskan untuk warga yang sudah merekam. Tapi nantinya nanti, yang baru merekam pun langsung dapat KTP elektronik," kata Kepala Dinas.

Ia mengatakan Batam masih membutuhkan blanko KTP elektronik lebih banyak lagi. Karena berdasarkan data Disdukcapil, sekitar 40.000 warga yang sudah merekam data namun belum menerima KTP elektronik.

Meski begitu, ia memastikan nantinya seluruh warga akan mendapatkan KTP elektronik, karena saat ini pemerintah sedang mencetak blanko.

"Tidak menjadi masalah, karena begitu blanko akan habis, Disdukcapil kembali mengajukan ke pusat untuk meminta blanko lagi," kata dia.

Kepala Dinas juga memastikan sejak 1 Januari 2015, Pemkot Batam tidak lagi mencetak KTP Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Meski begitu, KTP SIAK masih berlaku bagi masyarakat yang belum mendapatkan KTP elektronik.

Mengenai perekaman data KTP elektronik, ia mengatakan bisa dilakukan di setiap kecamatan, karena pemerintah telah melengkapi kecamatan dengan peralatan dan perlengkapan perekaman data warga. Sedangkan pencetakannya tetap dilakukan di Disdukcapil.

"Kecamatan hanya menerima berkas dan merekam data, yang mencetak tetap Disduk karena alatnya cuma ada satu di Disduk," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026