
Pemkot Benahi Jodoh-Nagoya pada 2015

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, akan membenahi kawasan bisnis dan perdagangan Jodoh dan Nagoya pada 2015 dengan meningkatkan infrastruktur dan memperbaiki wajah kota.
"Pembenahan Jodoh-Nagoya merupakan program unggulan kami pada 2015," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata di Batam, Rabu.
Penataan Jodoh-Nagoya sudah direncanakan sejak 2014, dan pelaksanaannya dimulai tahun ini.
Program itu dilaksanakan oleh lintas dinas dan badan, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sehingga pembiayaannya juga dibagi kepada masing-masing dinas dan badan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam Yumasnur mengatakan penataan Jodoh dan Nagoya meliputi pelebaran jalan, pembuatan dan perbaikan drainase, taman dan median jalan serta pedestrian.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan rencana menata ulang infrastruktur di pusat perdagangan dan bisnis, Nagoya dan Jodoh untuk memanjakan wisatawan dalam dan luar negeri serta pelaku bisnis yang beraktivitas di kawasan ramai itu.
Pemerintah memilih untuk mendulukan perbaikan tata kota di Nagoya dan Jodoh dibanding daerah lain di Batam, mengingat kawasan itu adalah pusat bisnis yang selalu menjadi tempat kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.
"Setiap yang datang ke Batam, pasti ke Nagoya dan Jodoh. Makanya kawasan tersebut akan dilakukan perubahan," kata Wakil Wali Kota.
Selain itu, pembenahan jalan dan penataan kembali Nagoya-Jodoh itu juga sekaligus untuk mengatasi banjir dan kemacetan yang sering dikeluhkan masyarakat.
Apalagi, kata Rudi menambahkan, sejak dibangun 30 tahun lalu, kawasan itu belum pernah diperluas.
Pemerintah memastikan akan membangun jalan baru, dari bundaran Hotel Pacific menuju Hotel The Hill hingga kawasan Pelita, kemudian melalui Kampung Utama hingga Nagoya.
Selain itu, jalan juga akan dibangun dari Hotel The Hill menuju simpang empat pos polisi Nagoya hingga Kompleks Bisnis Sari Jaya.
Pembangunan jalan menggunakan lahan yang kini menjadi pedestrian. Sementara untuk pedestrian nantinya akan dibangun di atas parit.
Sementara untuk drainase, pemerintah akan membangunnya dengan ukuran lebih dari satu meter untuk menghindari penyumbatan arus air agar tidak mudah meluap dan menyebabkan banjir.
Pembuangan air drainase itu akan langsung diarahkan ke laut, melewati Kawasan Perdagangan Jodoh. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
