
Natuna dan Anambas Terancam Langka Sembako

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kabupaten Natuna dan Anambas bakal terancam pasokan sembakonya karena tidak beroperasinya transfortasi perintis ke daerah tersebut.
Terjadinya kelangkaan sembako di Natuna dan Anambas menurut anggota DPRD Kepri asal pemilihan Natuna dan Anambas, Sofyan Syamsir dampak dari tidak beroperasinya kapal perintis KM Gunung Bintan, KM Terigas, KM Sabuk Nusantara 30 dan 39.
Ia yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Kepri mendesak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
Tanjungpinang dan Dishub Kepri untuk mengoperasikan dua unit kapal perintis sebagai alternatif menunggu proses tender.
"Yang jelas, DPRD meminta Dinas Perhubungan Kepri dan KSOP untuk mencarikan 1 atau 2 kapal alternatif atau mengizinkan 2 kapal perintis bersangkutan yang ada di Tanjungpinang untuk bisa kembali beroperasi ke Natuna dan
Anambas," kata Sofyan.
Hal ini diprediksinya jika dalam tempo 2 pekan kedepan 4 kapal perintis tidak beroperasi, maka dikhawatirkan selain terjadinya kelangkaan bahan pokok, maka akan timbul masalah baru di wilayah Natuna dan Anambas.
"Seperti di Midai, Pulau Laut, Sedanau, Subi yang saat ini sudah mulai terjadi kelangkaan sembako," tegasnya.
Lagipula sambung dewan fraksi Golongan Karya tersebut, masyarakat Natuna dan Anambas memiliki kemampuan membayar seandainya pengoperasian kapal tersebut memiliki tarif khusus terhadap penumpang. Untuk itu pihaknya meminta agar Dishub dan KSOP Tanjungpinang bisa cepat mencarikan solusinya.
"Supaya masyarakat tidak terlunta-lunta di pelabuhan dan kami berharap masyarakat bisa bersabar menunggu solusi dari Dishub dan KSOP tentang masalah ini," paparnya.
Mengenai proses tender kapal perintis, menurut Sofyan Samsir, saat ini tidak lagi dilakukan Pusat, tetapi melalui KSOP wilayah.
Artinya, tambah Sofyan, tender-tender APBN yang menyangkut perintis tidak lagi di Jakarta, tetapi di Kepri.
"Jadi, 4 kapal yang kini tidak beroperasi tersebut berada di tempat yang berbeda, seperti KM Trigas yang berada di wilayah KSOP Pemangkat Kalimantan Barat, sebab itu ia meminta KSOP Tanjungpinang dan Dishub Kepri untuk segera memberikan solusinya," tegas Sofyan. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
