
Kunjungan Wapres Diharapkan Perkuat Visi Kemaritiman Karimun

Karimun (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau berharap kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang direncanakan pada 6 Februari 2015 dapat memperkuat visi kemaritiman yang dicanangkan Bupati Karimun Nurdin Basirun.
"Setidaknya Wakil Presiden bisa melihat langsung potensi kelautan di Karimun, dan selanjutnya menjadi skala prioritas bagi pemerintah pusat untuk mendukung visi kemaritiman yang telah dicanangkan bupati," kata Kepala Bagian Humas Setkab Karimun Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Muhammad Yosli mengatakan, pemerintah daerah akan memanfaatkan momentum kehadiran Wakil Presiden dengan menyampaikan berbagai potensi dan hambatan dalam mendorong visi kemaritiman, terutama menyangkut sarana infrastruktur, seperti pelabuhan, jalan dan jembatan.
Ia mengatakan, Wakil Presiden diagendakan akan meninjau proyek Pelabuhan Malarko di Desa Pongkar Kecamatan Tebing yang dibangun dengan dana APBN namun sampai saat ini belum rampung.
Kemudian, Wapres juga akan melihat proyek perluasan landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah di Bati, Tebing yang juga didanai APBN tapi juga masih dalam pengerjaan.
"Dua proyek besar itu diharapkan menjadi atensi pemerintah pusat agar cepat selesai. Proyek Pelabuhan Malarko diharapkan menjadi Program Tol Laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, sedangkan Bandara Raja Haji Abdullah untuk menunjang akses transportasi bagi perusahaan yang berinvestasi di kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ)," tuturnya.
Selain meninjau dua proyek besar itu, kunjungan Wakil Presiden akan dimanfaatkan untuk menjelaskan program konektivitas antarpulau, termasuk wacana Karimun-Johor-Riau (KJR) Link yang menghubungkan sejumlah pulau dari Kabupaten Pelalawan Riau ke sejumlah pulau di Karimun hingga Kukup, Johor, Malaysia.
"Proposal KJR Link sudah dipaparkan bupati saat berkunjung ke Kantor Wapres pada 12 Januari. Jadi, kunjungan Wapres tersebut adalah kelanjutan dari paparan bupati tersebut. Bupati berharap KJR Link disetujui pemerintah pusat karena bisa mendukung Program Tol Laut yang dicanangkan Presiden," tuturnya.
Menurut Yosli, Wakil Presiden hampir dipastikan akan berkunjung pada 6 Februari 2015 setelah pihak Sekretariat Wapres mengirimkan surat elektronik Rabu pagi.
Dalam surat tersebut, kata dia, Bupati diminta untuk datang menghadiri rapat koordinasi di Kantor Wapres pada Jumat (30/1) untuk membahas soal rencana kunjungan Wakil Presiden tersebut.
"Wapres dijadwalkan berkunjung didampingi sejumlah menteri. Tapi kita belum tahu siapa saja menteri yang akan mendampinginya," kata Muhammad Yosli. (Antara)
Editor: Nurul Hayat
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
