Logo Header Antaranews Kepri

Kapolresta: Geng Motor Batam Tidak Seram

Rabu, 28 Januari 2015 20:31 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan geng motor di Kota Batam Kepulauan Riau tidak seseram yang diberitakan di media, karena tidak semua kejahatan jalanan dilakukan geng motor.

"Geng motor di Batam memang ada tapi tidak seseram yang digambarkan," kata Kapolresta Barelang usai rapat Muspida di Batam, Rabu.

Ia mengatakan banyak pemberitaan di media yang menyalahkan geng motor atas setiap kejahatan jalanan, padahal banyak pelaku kejahatan adalah kriminal murni dan tidak melibatkan geng motor.

"Tidak semua kejahatan di jalan raya adalah geng motor. Hanya karena pelaku kriminal menggunakan motor, bukan berarti geng motor," kata dia.

Ia mengatakan keterlibatan pelajar dalam geng motor yang meresahkan masyarakat cukup besar. Dari 20 orang anggota geng motor yang diamankan, 10 orang di antaranya adalah pelajar.

Selain pelajar, aparat kepolisian juga menemukan anggota geng motor yang merupakan anak putus sekolah.

"Usianya masih muda, antara 15 sampai 20-an tahun," kata dia.

Aparat kepolisian terus berupaya menekan angka kriminalitas di Batam, termasuk ancaman dari geng motor, melalui pencegahan dan penindakan.

Untuk pencegahan, kata Kapolres, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah kota, TNI AD dan pihak terkait lainnya.

"Geng motor tidak hanya saja represif tapi upaya pembinaan. Semua pemangku kepentingan terlibat," kata dia.

Sementara itu, Pemkot Batam kembali memberlakukan jam malam yang melarang pelajar ke luar rumah pada malam hari demi meminimalkan keterlibatan siswa dalam geng motor.

"Perda tentang jam belajar dijalankan kembali. Siswa tidak boleh ke luar jam sekian ada aturannya," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.

Pelajar diwajibkan berada di rumah pada pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB untuk belajar, dan setelah itu tetap tidak boleh meninggalkan rumah.

Pemkot akan mengerahkan semua jajarannya termasuk petugas Satpol PP, kelurahan dan kecamatan untuk ikut mengawasi pemberlakuan jam malam.

"Dengan begitu, masyarakat yang melihat anak di luar rumah bisa menegur," kata Wali Kota. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026