Logo Header Antaranews Kepri

PMB: Pulau Penyangga Butuh Dai

Rabu, 11 Maret 2015 19:27 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Persatuan Muballigh Batam Kepulauan Riau berharap lebih banyak dai yang ditempatkan di pulau-pulau penyangga karena daerah yang jauh dari pusat kota itu membutuhkan banyak mubaligh.

"Kami masih kekurangan dai pulau untuk menjadi imam di masjid-masjid. Seperti di Pulau Nguan, Pulau Abang dan beberapa pulau di Kecamatan Bulang," kata Ketua Persatuan Mubaligh Batam (PMB) Zulkarnain Umar di Batam, Rabu.

Ia memperkirakan setidaknya dibutuhkan 50 orang dai untuk bertugas di pulau penyangga.

Menurut dia, sejumlah dai yang bertugas di pulau tidak lagi bisa sepenuhnya menjaga dan menjadi imam masjid, karena kebanyakan diminta masyarakat menjadi guru agama di sekolah di pulau.

"Karena sudah mengajar di sekolah, jadi tidak bisa menjadi imam dan mengajar ngaji di masjid lagi," kata dia.

Sementara itu Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan pemerintah terus beupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menyuburkan nilai-nilai agama di masyarakat.

"Di Batam tidak ada perbedaan antara ormas Islam. Mari kita terus berusaha agar Islam berkembang baik di Batam. Kebijakan kami, kita akan terus membantu dengan kapasitas yang bisa kami lakukan," kata Wali Kota.

"Pertama kami beri insentif guru-guru, lalu guru agama juga kami beri insentif," katanya kemudian.

Wali Kota mengajak masyarakat mengembangkan Islam. Pemerintah akan siap mendukung.

"Kalau ada lahan, bangunlah masjid di tempat bapak ibu sekalian. Dananya kami bantu dari hibah," kata dia.

Ia mengatakan sebagai kota tujuan migrasi, penduduk Batam terdiri dari beragam budaya, suku dan agama.

Karenanya Wali Kota meminta seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dengan saling menghormati.

"Mereka datang dengan membawa budaya masing-masing, aliran agamanya masing-masing. Tapi kita tetap bisa bermasyarakat dengan baik di sini," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026