
Wagub: Dampak Globalisasi Terasa di Kepri

Batam (Antara Kepri) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo menyatakan dampak globalisasi terasa di provinsinya yang berada di Selat Malaka hingga Laut Tiongkok Selatan, berbatasan dengan empat negara, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Wakil Gubernur dalam rilisnya di Batam, Senin, menyebutkan pengaruh globalisasi terasa di berbagai sendi kehidupan, ada yang negatif dan positif.
Di bidang politik, Wagub menyatat beberapa dampak positif dan negatif dari globalisasi. Dampak positifnya yaitu tumbuhnya kesadaran untuk menjalankan pemerintahan secara terbuka dan demokratis sebagaimana yang telah dijalankan oleh negara-negara demokratis di seluruh dunia.
Namun, di sisi lain, globalisasi yang didukung paham demokasi dan liberalisme lambat laun mengikis nilai-nilai budaya luhur Pancasila.
"Budaya voting yang mengabaikan semangat musyawarah untuk mufakat adalah contoh nyata dari pengaruh negatif globalisasi berfaham demokrasi," kata dia.
Di sektor ekonomi, globalisasi mendorong terbukanya pasar internasional hingga tercipta budaya bersaing secara positif yang sudah mulai mempengaruhi pola pikir mayoritas pengusaha.
"Budaya tersebut memotivasi para pelaku usaha untuk menciptakan produk barang dan jasa yang mampu bersaing di masyarakat internasional.
"Pada bidang sosial, globalisasi menularkan budaya berpikir global, etos kerja dan disiplin yang tinggi serta semangat untuk maju yang pada akhirnya mencipatkan identitas bangsa yang lebih positif di tingkat dunia," kata Wagub.
Sementara itu, di tengah krisis budaya identitas nasional, Wagub meminta warga untuk terus melestarikan kebudayaan daerah, satu di antaranya wayang.
"Itu salah satu cara untuk mengingatkan kita kembali ke jati diri kita bagaimana berpolitik, berbangsa dan bermasyarakat. Maka dari itu, kebudayaan Jawa ini disebut adiluhung," kata dia.
Meski mengajak masyarakat menikmati wayang, namun Wagub meminta semua kebudayaan yang ditampilkan agar tetap menjunjung nilai budaya Melayu, dengan prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
"Sehingga, payung dari berbagai macam budaya itu di Kepri adalah Budaya Melayu," kata Wakil Gubernur. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
