Logo Header Antaranews Kepri

Bakti Bangsa: Selamatkan 40 Anak dari PSK

Minggu, 22 Maret 2015 18:29 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komunitas Bakti Bangsa mengharapkan pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau menyelamatkan sekitar 40 anak dari pekerja seks komersial yang tinggal di Lokalisasi Batu 15.

"Mereka anak-anak yang tidak berdosa, anak bangsa, generasi penerus bangsa yang berhak hidup layak, seperti anak-anak lainnya," kata Ketua Komunitas Bakti Bangsa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Dodi Riyanto di Tanjungpinang, Minggu.

Dia menjelaskan, masa depan puluhan anak-anak yang tinggal di lokalisasi tersebut terancam, meskipun mereka mengenyam pendidikan. Lingkungan di lokalisasi memberi pengaruh buruk kepada mereka sehingga pemerintah harus turun tangan.

Suka atau tidak suka mereka menyaksikan kehidupan di lokalisasi. Sementara ibu mereka terpaksa bekerja sebagai PSK untuk mendapatkan uang, dan membesarkan mereka.

"Di usia mereka ini seharusnya mendapatkan kasih sayang baik dan lingkungan bermain yang tepat," katanya.

Anak-anak itu harus dipelihara pemerintah, tanpa menghilangkan hak-hak orang tuanya untuk memberi perhatian kepada anak-anak tersebut.

"Kita semua harus melihat ini sebagai realita hidup yang mengenaskan. Selamatkan anak-anak itu, dan mungkin saja suatu hari nanti nasib mereka jauh lebih baik," ucapnya.

Dodi mengatakan, pengajar muda dari Komunitas Bakti Bangsa Tanjungpinang sudah melakukan advokasi selama lebih dari enam bulan di lokalisasi tersebut. Dari hasil advokasi, lanjutnya diperoleh data-data yang sangat mengejutkan.

"Ada anak yang masih duduk di SD hamil. Ada anak-anak yang masih berusia 8 tahun bisa meniru tari orang dewasa. Ini menyedihkan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, para pengajar muda juga memberi pendidikan gratis kepada anak-anak yang tinggal di lokalisasi tersebut.

"Setiap pekan kami mengajar di tempat pertemuan warga di lokalisasi. Kami memberi pendidikan moral, kewarganegaraan dan ilmu pengetahuan umum untuk mereka," ujarnya.

Saat ini, kata dia, pengajar muda memberi pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu di Sungai Ladi, Kabupaten Bintan.

"Dalam tiga tahun terakhir kami sudah melakukan langkah-langkah produktif, berperan mencerdaskan anak-anak bangsa," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026