
Afsel Belajar FTZ dari Batam

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Afrika Selatan akan belajar cara mengelola Kawasan Perdagangan Bebas dari penerapan FTZ di Batam, Kepulauan Riau untuk diterapkan di dua provinsinya yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.
Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia, Pakamisa Augustine Sifuba di Batam, Senin, mengatakan karakteristik industri di Batam hampir sama dengan di Afsel. Hanya saja, Afsel lebih fokus pada industri otomotif.
Ia juga tertarik untuk mempelajari perkembangan industri galangan kapal di Batam, yang menurut dia sangat berkembang pesat.
Duta Besar menjelaskan saat ini jaringan logistik di negaranya sudah baik, namun belum terlalu mandiri sehingga membutuhkan pengembangan industri galangan kapal untuk menyokongnya.
"Kami mulai berpikir tentang industri kapal nasional dan bisa belajar banyak dari Batam tentang ini," kata Sifuba.
Selain galangan kapal, ia mengatakan Batam memiliki banyak potensi yang bisa dikerjasamakan antara dua negara.
"Kami berharap ke depan dapat memanfaatkan dan mengembangkan potensi kedua belah pihak," kata Sifuba saat berkunjung ke Kantor Pemprov Kepri.
Mengenai investasi, ia mengatakan masih akan mengidentifikasi perkembangan kerja sama yang akan dilakukan dengan Easter Cafe Afrika Selatan sebelumnya, apa yang bisa berjalan dan apa yang bisa ditingkatkan lagi.
Di tempat yang sama Gubernur Kepri mengatakan Kepri memiliki banyak potensi, terutama dengan penetapan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun, serta pengembangan kawasan maritim di Natuna, Anambas dan Lingga.
Selain ke Kantor Pemprov Kepri, kunjungan delegasi Afsel juga menemui Wali Kota Batam di Kantor Pemkot Batam.
Usai menemui Duta Besar Afsel untuk Indonesia, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengajak pengusaha Afsel untuk menanamkan modalnya ke Batam.
"Kalau perlu sebagai tindak lanjut, kami buat tim kecil untuk membawa investor dari Afrika Selatan ke Batam. Nanti akan kami fasilitasi untuk bertemu dengan pengelola kawasan industri, Kadin, asosiasi shipyard, dan lainnya," kata Wali Kota. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
