
Suku Asli Karimun Berharap Peroleh Program RTLH

Karimun (Antara Kepri) - Warga Suku Asli yang tinggal di pinggir laut Kelurahan Sei Pasir, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, berharap memperoleh Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) yang dilakukan pemerintah daerah setiap tahun sejak 2011.
"Kami berharap pembangunan merata, jangan pilih kasih. Kami berharap bantuan renovasi rumah (RTLH-red) bagi warga kami," kata tokoh masyarakat Suku Asli Abun Chun di Meral, Kamis.
Abun Chun yang juga Ketua RT 001 RW 001 Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral, dengan penduduk mayoritas Suku Asli mengatakan warganya belum pernah mendapatkan Program RTLH meski pihaknya pernah mengajukan permohonan untuk rehabilitasi rumah untuk sembilan kepala keluarga.
"Saya ajukan sejak 2012, kami pernah ke lurah, waktu itu ada sembilan rumah yang diajukan, tapi sampai saat ini belum terealisasi," kata dia.
Padahal, menurut dia, petugas dari pemerintah daerah beberapa kali turun ke lapangan meninjau rumah tersebut.
"Rumah itu sudah diambil fotonya, tapi belum juga direnovasi," ucap dia.
Ia berharap program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah daerah, salah satunya Program RTLH yang dilakukan secara merata, transparan dan benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
"Kami juga minta diperhatikan, timbul kesan ada pilih kasih atau bantuan hanya diberikan kepada yang dekat saja," ucapnya.
Kawasan RT 001 RW 001 Kelurahan Sei Pasir, tutur dia, dihuni sekitar 145 kepala keluarga yang hampir 100 persen berprofesi nelayan. Sebagian besar memiliki rumah dengan tiang-tiang penyangga.
Selain Program RTLH, kata dia lagi, ia juga mengharapkan pemerataan pembangunan, seperti penyaluran bantuan sarana tangkap ikan untuk nelayan tradisional.
"Bantuan untuk nelayan memang kami terima, baik dari provinsi maupun kabupaten. Tapi kami minta agar disalurkan lebih merata lagi," ucapnya.
Suku Asli, dulunya merupakan suku yang suka tinggal di atas perahu yang hidup berpindah-pindah sehingga tidak memiliki rumah. Mereka mulai menetap seiring dengan program pemerintah untuk masyarakat Suku Akit yang tertinggal dan masih buta huruf.
Selain di Sei Pasir, masyarakat Suku Asli juga banyak yang tinggal di Teluk Setimbul, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat. (Antara)
Editor: Farochah
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
