
Hanura Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

Kader terbaik dapat diutamakan
Batam (Antara Kepri) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Kepulauan Riau membuka pendaftaran untuk menjaring calon kepala daerah dalam Pilkada serentak 2015.
Pendaftaran Calon Gubernur Kepri akan mulai dibuka pada Minggu (17/5) di Kantor DPP Hanura Kepri, kata Sekretaris Partai Hanura Kepri Ari Gudadi di Batam Kepri, Senin.
Ia memastikan, partai orange itu terbuka untuk seluruh tokoh, baik internal maupun eksternal partai.
Partai yang mendapatkan lima kursi legislatif di DPRD Kepri itu menetapkan sejumlah syarat umum dan khusus kepada bakal calon kepala daerah, di antaranya harus mengakar, memiliki integritas moral, elektabilitas tinggi, populer di masyarakat dan dapat menjadi panutan bagi masyarakat.
Selain itu Partai Hanura juga mensyaratkan calon gubernur berpendidikan lebih tinggi, berpengalaman luas, memiliki prestasi, tidak terlibat narkoba dan masalah hukum lainnya.
"Kader terbaik dapat diutamakan," kata dia membacakan petunjuk dari DPP.
Ia mengatakan setelah semua syarat administrasi terpenuhi, DPD akan mengeluarkan surat rekomendasi. Tokoh yang mendapatkan rekomendasi kemudian harus memaparkan visi misi.
"Setelah itu, baru ditetapkan pasangan calon yang akan diusung," kata dia.
Sampai saat ini Partai Hanura belum menetapkan jadwal seleksi calon gubernur, selain masa pendaftaran 17 Mei 2015.
Menurut Ari, penetapan jadwal itu masih menunggu keputusan KPU terkait jadwal Pilkada.
Sementara itu, sesuai dengan Peraturan Organisasi No.03 yang dikeluarkan DPP Partai Hanura tentang Pilkada, maka DPD Partai Hanura Kepri membentuk tim seleksi yang berisikan kader partai.
Tim akan menerima pendaftaran sekaligus menjaring tokoh yang dianggap layak memimpin Kepri lima tahun ke depan.
"Tim ini juga akan melakukan supervisi kepada tim yang berada di daerah (kabupaten kota di Kepri-red)," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
