
Massa Ancam Duduki Kantor PT PLN Kepri

Dalam sehari listrik padam selama berjam-jam. Listrik padam tiga kali sehari. Siapa yang tidak marah?
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Massa Peduli PLN mengancam menduduki Kantor PT Perusahaan Listrik Negara Kepulauan Riau kecuali Batam dalam aksi unjuk rasa yang direncanakan dilaksanakan Selasa.
"Kami akan menduduki Kantor PLN selama berhari-hari sampai pihak manajemen perusahaan itu menghidupkan listrik," kata Koordinator Masyarakat Peduli PLN Andi Cory Fattahudin di Batu 8 Tanjungpinang, Senin.
Dia mengemukakan masyarakat Tanjungpinang sudah tidak percaya lagi dengan janji pihak PT PLN. Pihak perusahaan listrik pelat merah itu telah berulang kali berjanji untuk menyelesaikan listrik di ibu kota Kepri itu, namun sampai sekarang masih terjadi pemadaman selama berjam-jam secara bergiliran setiap hari.
"Dalam sehari listrik padam selama berjam-jam. Listrik padam tiga kali sehari. Siapa yang tidak marah?" ucapnya.
Pertemuan antara tokoh masyarakat dengan pihak PLN, yang difasilitasi Polres Tanjungpinang tidak akan mengubah niat masyarakat untuk melakukan unjuk rasa.
Jumlah massa yang akan melakukan unjuk rasa di Kantor PLN Kepri kecuali Batam yang beralamat di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang diperkirakan 10.000 orang. Pihak kepolisian dipastikan akan menutup jalan selebar 4 meter tersebut.
"Ini akumulasi dari kekecewaan masyarakat, yang sudah lelah mendengar janji-janji pihak PLN," katanya.
Masyarakat Peduli PLN sejak pekan lalu menyebarkan selebaran kepada masyarakat Tanjungpinang untuk bersama-sama menggelar aksi unjuk rasa di di Kantor PLN Kepri kecuali Batam pada Selasa 19 Mei 2015.
"Kami yakin masyarakat peduli terhadap permasalahan ini," ujarnya.
Menanggapi permasalahan itu, Manajer PT PLN Kepri kecuali Batam Mahjudin mengatakan pihaknya menyerahkan permasalahan keamanan pada saat massa menggelar unjuk rasa kepada pihak kepolisian.
"Kalau masalah keamanan kami serahkan kepada pihak kepolisian," katanya.
Pihak PLN Kepri kecuali Batam memiliki kewajiban untuk menginformasikan kepada masyarakat permasalahan yang dihadapi PLN sehingga terjadi pemadaman listrik.
"Kami tidak akan menghindari massa, sebab kami harus menjelaskan permasalahan yang dihadapi kepada masyarakat. Yang lain-lain, terkait keamanan, kami serahkan kepada pihak kepolisian," katanya.
Saat ditanya apakah jumlah anggota Marinir yang dalam sebulan terakhir berjaga-jaga di Kantor PLN Kepri kecuali Batam, Mahjudin tidak meresponsnya. Berulang kali dia menegaskan yang menjaga keamanan pihak kepolisian.
Mahjudin tidak menjelaskan apakah anggota Marinir masih berjaga-jaga di Kantor PLN atau tidak. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
