
Kesbangpolinmas: Agama Efektif Bangun Nasionalisme Pemuda
Sabtu, 30 Mei 2015 17:15 WIB

Kita harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan pemerintah
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ajaran agama efektif untuk membangun nasionalisme pemuda karena mengandung nilai-nilai kebaikan dan rasa cinta pada negara, kata Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpolinmas Kepulauan Riau Syamsir di Tanjungpinang, Jumat.
"Bangun jasmani dengan rohani yang seimbang pada diri masing-masing sehingga dapat terhindar dari kesalahan. Nasionalisme merupakan paham yang baik, bermanfaat bagi diri sendiri dan bangsa sehingga tidak ada alasan untuk melupakannya," ujarnya dalam seminar bertema "Refleksi Harkitnas: Memperkokoh Semangat Nasionalisme Untuk Menciptakan Pemerintahan yang Kuat, Bersih dan Berpihak Kepada Masyarakat" di Aula Asrama Haji Tanjungpinang.
Di hadapan sekitar 200 mahasiswa, Syamsir menambahkan orang yang tidak menjalankan ajaran agama secara benar, tidak mungkin dapat membangun negara. Umat beragama diajari untuk mencintai negaranya dan berbuat baik terhadap sesama umat beragama.
"Kita harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan pemerintah," katanya dalam seminar yang diselenggarakan Gerak Api Tanjungpinang.
Menurut dia, aparat pemerintah juga harus memperkuat jiwanya dengan mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai agama. Jika itu dilaksanakan, maka dapat terhindar dari perbuatan tercela dan merusak nama baik negara.
"Kalau dalam kehidupan sehari-hari seluruh birokrat menjalankan aktivitas sesuai dengan ajaran agama, maka negara ini akan maju, masyarakat sejahtera," ujarnya.
Hal senada dikatakan dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji, Robby Patria, yang juga narasumber dalam seminar tersebut.
Dia menambahkan bangsa Indonesia tidak mungkin mengikuti jejak para pahlawan, tetapi nilai-nilai kepahlawanan dan semangat para pejuang untuk kemerdekaan Indonesia dapat ditiru.
"Lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri dan orang lain. Itu sudah menunjukkan bahwa kita bersikap keindonesiaan," katanya.
Sementara itu, aktivis mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji Wahyu Dwi Hidayat mengatakan generasi muda di hadapan oleh berbagai macam tantangan dalam menjalankan aktivitasnya. Tidak banyak generasi muda yang memahami nilai-nilai yang terkandung dalam nasionalisme.
"Ada yang terjebak dalam kehidupan yang jauh dari nilai-nilai keagamaan, dan ada yang tidak peduli dengan kepentingan bangsa dan negara. Ini persoalan rumit yang seharusnya diperhatikan bersama," ujarnya.
Dia menjelaskan para generasi muda seharusnya menjadi generasi yang cerdas, tidak terjebak dalam pergaulan bebas dan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan dan hukum. Moralitas generasi muda harus tetap terjaga dengan baik agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang dapat diandalkan.
"Lakukan hal-hal kecil yang baik untuk diri sendiri dan orang banyak. Cintai negara ini sebagai 'rumah' pribadi, bukan sewaan," ucapnya yang juga Ketua Dewan Penasehat Komunitas Bakti Bangsa. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
