Logo Header Antaranews Kepri

DPRD: Lingga Seperti "Kabupaten Mati"

Selasa, 16 Juni 2015 23:45 WIB
Image Print
Pengangguran meningkat karena lapangan pekerjaan sempit. Tidak ada investasi yang masuk, yang ada penutupan tempat usaha pertambangan

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau dianggap sebagai "kabupaten mati", karena tidak ada aktivitas perekonomian berskala menengah dan besar.

"Tidak ada geliat perekonomian, tidak ada investasi, roda perekonomian cenderung bertumbuh pada anggaran daerah. Ini yang membuat kabupaten itu seperti mati," kata Ketua DPRD Lingga M Nizar yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa.

Berdasarkan pantauan Antara di Dabo Singkep, pada pagi hingga malam hari, pulau yang memiliki empat kecamatan itu sepi. Aktivitas perekonomian hanya tampak di Pasar Baru, sedangkan di kawasan lainnya banyak ruko yang tidak digunakan.

Sejumlah pemuda dan orang tua silih berganti ngopi di beberapa kedai kopi. Mereka malah membahas soal batu cincin.

Terkait persoalan itu, Nizar menjelaskan Dabo Singkep merupakan salah satu pulau yang memiliki kekayaan batu cincin yang indah. Karena itu, warga Dabo Singkep mulai dari anak-anak hingga dewasa mencari nafkah dengan menjadi penambang batu cincin.

"Ini menambah pendapatan mereka, namun sekarang tidak terlalu banyak peminatnya," ujarnya.

Nizar menjelaskan tidak hanya terjadi di Pulau Dabo Singkep, melainkan juga di pulau-pulau lainnya, termasuk Daik, ibu kota Lingga. Kondisi di Lingga semakin parah karena mulai tahun ini pemerintah memberhentikan ratusan tenaga harian lepas yang bekerja di dinas-dinas.

"Pengangguran meningkat karena lapangan pekerjaan sempit. Tidak ada investasi yang masuk, yang ada penutupan tempat usaha pertambangan," ucap Nizar.

Menurut dia, dalam 10 tahun terakhir tidak ada investasi berskala menengah dan besar masuk di Lingga. Karena itu, program pemerintah dalam 5-10 tahun mendatang seharusnya mempromosikan potensi yang dimiliki Lingga kepada investor asing.

"Harus ada perubahan, kalau ingin mengubah kabupaten ini menjadi lebih baik. Jalan satu-satunya, membangun industri," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026