
Dinsos Karimun Bersihkan Data Penerima Iuran JKN

Kemungkinan data tersebut tidak sesuai lagi dengan kondisi di lapangan. Misalnya, kami menemukan mereka yang terdata tetapi sudah pindah atau pulang ke kampung halamannya, atau ada juga yang sudah berkemampuan
Karimun (Antara Kepri) - Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menurunkan tim ke kecamatan hingga kelurahan dan desa guna membersihkan data penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Tim sudah kita turunkan ke lapangan sejak pekan ini. Validasi data penerima bantuan iuran JKN ini sesuai surat edaran dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) agar mengecek ulang data yang dimiliki dengan kondisi di lapangan," kata Kepala Dinsos Karimun Indra Gunawan di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Indra Gunawan mengatakan pembersihan data diperlukan agar penerima bantuan iuran JKN adalah benar-benar yang berhak menerimanya, yaitu kalangan warga tidak mampu dan berpenghasilan rendah.
"Kita program bantuan iuran JKN tepat sasaran agar memiliki pengaruh positif dalam membantu warga miskin," kata dia lagi.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinsos Karimun Syafruddin AR menambahkan data penerima bantuan iuran JKN masih mengacu pada data dari pemerintah pusat pada 2011, yaitu sebanyak 45.655 jiwa.
Ia memerinci, data penerima sebanyak itu tersebar di 12 kecamatan, antara lain di Kecamatan Moro sebanyak 7.132 jiwa, Kundur Barat 6.211 jiwa, Kundur 5.407 jiwa, Buru 4.899 jiwa dan Kecamatan Meral sebanyak 4.109 jiwa.
Kemudian di Kecamatan Meral Barat sebanyak 3.466 jiwa, Karimun 3.441 jiwa, Belat 2.865 jiwa, Tebing 2.545 jiwa, Durai 2.518 jiwa, Kundur Utara 1.792 jiwa dan Kecamatan Ungar sebanyak 1.179 jiwa.
"Kemungkinan data tersebut tidak sesuai lagi dengan kondisi di lapangan. Misalnya, kami menemukan mereka yang terdata tetapi sudah pindah atau pulang ke kampung halamannya, atau ada juga yang sudah berkemampuan," kata dia.
Dia menjelaskan, data hasil validasi akan dicatat sebagai calon penerima, karena masih akan dicek ulang oleh pemerintah pusat yang diperbandingkan dengan data Badan Pusat Statistik dan data TKPKD.
"Mereka yang terdata sebagai penerima bantuan iuran JKN, akan mendapatkan tiga kartu sakti program pemerintahan Presiden Joko Widodo," ucapnya.
Ia mengatakan, tim validasi yang diturunkan ke lapangan, yaitu kader atau pendamping Program Keluarga Sejahtera, didukung kepala desa atau lurah selaku ketua tim di kelurahan/desa, serta dibantu sebanyak 187 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang disebar ke seluruh kelurahan/desa.
"Beberapa kecamatan yang sudah hampir tuntas yaitu Pulau Kundur, dan kita berharap dalam pekan depan sudah selesai, sehingga bisa kita lanjutkan dengan perbaikan data hasil validasi selama dua pekan berikutnya," tambah Syafruddin AR. (Antara)
Editor: Ridwan Chaidir
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
