
Warga Lingga Keluhkan Akses Jalan

Kalau untuk jalan, tidak perlu lama-lama. Pak Amir dan Pak Saproni, mohon dapat dianggarkan
Batam (Antara Kepri) - Warga Kabupaten Lingga mengeluhkan akses jalan antarkampung yang rusak sehingga tidak mampu menopang distribusi barang di kabupaten yang terdiri dari ratusan pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau.
Hal itu disampaikan tokoh masyarakat Lingga, Muhammad Samin saat menyambut kedatangan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo di Kecamatan Lingga Timur, sebagaimana rilis di Batam, Senin.
"Sudah sejak 2005 jalan menuju kampung kami tidak diperbaiki. Kami berharap, bapak bisa memberikan sedikit perhatian dengan memperbaiki jalan tersebut," kata Samin kepada Wakil Gubernur.
Sebab menurut Samin, jalan sepanjang 13 kilometer tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan satu desa dengan desa yang lainnya.
Jika sudah diperbaiki, maka Samin yakin roda perekonomian di Lingga Timur akan bergerak lebih cepat.
Mendengar permintaan sekaligus keluhan warga, Wakil Gubernur Kepri langsung meminta kepada Wakil Ketua III DPRD Kepri Amir Hakim Hanaehan Siregar dan Ketua Komisi III DPRD Saproni untuk menganggarkan perbaikan jalan di Lingga Timur dalam APBD Kepri 2016.
"Kalau untuk jalan, tidak perlu lama-lama. Pak Amir dan Pak Saproni, mohon dapat dianggarkan," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Wagub mengucapkan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan masyarakat kepada pemerintahannya selama ini. Wagub sekaligus pamit kepada masyarakat, mengingat pemerintahannya bersama dengan Gubernur Kepri Muhammad Sani akan berakhir pada 19 Agustus 2015.
"Saya mohon pamit. Sesudah ini, saya akan jadi warga biasa. Insyallah saya juga akan mencalonkan diri bersama dengan pak Ansar," kata Soerya.
Ia menyatakan selama hampir lima tahun terakhir, ia dan Muhammad Sani telah berupaya keras memimpin Kepri sebaik mungkin. Akan tetapi, sebagai manusia, tentunya tak luput dari kesalahan dan kekurangan.
"Untuk itu, saya mohon maaf jika ada perbuatan, kata-kata, dan tingkah laku yang salah," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
