
Agung: Lebih Seru Dua Calon Pilkada Kepri

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksono menyatakan lebih seru yang bertarung pada Pilkada Kepulauan Riau 9 Desember 2015 dua pasang calon.
"Head to head itu lebih seru. Tetapi kita serahkan pada mekanisme berapa pasang calon yang maju pada Pilkada Kepri 2015," katanya saat membuka Musda Golkar se-Kepri di salah satu hotel di Tanjungpinang, Selasa.
Dia mengatakan salah satu pasangan calon harus diusung Partai Golkar. Golkar memiliki peluang untuk mengusung HM Sani, Huzrin Hood dan Ismeth Abdullah.
HM Sani saat ini menjabat sebagai Gubernur Kepri, sedangkan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo. Sementara Huzrin Hood pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kepri (sekarang Bintan) dan dikenal sebagai pejuang terbentuknya Provinsi Kepri.
Agung mengangkat Huzrin sebagai Pelaksana Tugas Ketua Harian Partai Golkar Kepri.
Ismeth Abdullah berhasil memenangkan Pilkada Kepri 2005 berpasangan dengan HM Sani. Ismeth dan Sani saat ini menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kepri.
"Saya dengan sayup-sayup, Ismeth Abdullah akan berpasangan dengan Huzrin Hood. Kalau tidak memungkinkan, Golkar dapat mengusung HM Sani," katanya.
Keputusan Golkar tergantung hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei yang diputuskan kubu Agung dan Aburizal Bakrie.
"Hasilnya harus dilaksanakan," katanya.
Agung menjelaskan nama pasangan lainnya yang muncul Soerya-Ansar Ahmad. Namun Agung tidak mengatakan akan mengusung Ansar Ahmad, yang sampai sekarang masih menjabat sebagai Bupati Bintan dan Ketua DPD Partai Golkar Kepri kubu Aburizal Bakrie.
Belum lama ini, Agung memecat Ansar Ahmad sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kepri.
"Kami memberi ruang kepada kader Golkar yang loyal untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Menang atau kalah itu permasalahan lain, yang penting Golkar harus ikut pilkada, dan mengantarkan kader-kader berkualitas sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
