Listrik Tanjungpinang Padam saat Upacara HUT RI

id Listrik,Tanjungpinang,Padam,Upacara,proklamasi,HUT,RI

Tanjungpinang ini ibu kota Kepri, wajah Kepri. Kalau ibu kota sudah seperti ini, gimana kondisi rumah masyarakat pesisir, seperti Sei Timun
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Perseroan Terbatas PLN Kota Tanjungpinang memadamkan listrik selama sekitar 70 menit di beberapa kawasan saat diselenggarakan upacara Hari Ulang Tahun RI ke-70.

"Ini kado ulang tahun dari PLN untuk hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70. PLN mungkin ingin mengingatkan, saat Indonesia masih dijajah, tidak ada listrik," singgung anggota DPRD Kepulauan Riau Rudy Chua di Tanjungpinang, Senin.

Rudy menyatakan sudah tidak percaya dengan kinerja PLN. Sebab, selama bertahun-tahun listrik di Tanjungpinang sering padam.

"Tanjungpinang ini ibu kota Kepri, wajah Kepri. Kalau ibu kota sudah seperti ini, gimana kondisi rumah masyarakat pesisir, seperti Sei Timun," ujarnya.

Pemadaman listrik secara bergiliran selama sekitar satu jam kembali terjadi di Tanjungpinang sejak awal Agustus 2015. Padahal pihak PLN berjanji di hadapan Gubernur Kepri HM Sani bahwa tidak akan ada pemadaman listrik kembali di Tanjungpinang mulai akhir Juli 2015.

"PLN sudah terlalu sering berjanji kepada masyarakat dan pemerintah, tetapi hasilnya sama, tetap ada pemadaman listrik," ucapnya.

Tokoh masyarakat Kepri Imam Sudrajat, yang juga Ketua Dewan Penasehat Veteran Kepri merasa miris melihat kondisi kelistrikan di Tanjungpinang dan daerah lainnya.

"Kondisi sekarang ini jauh lebih buruk dibanding masyarakat Kepri masih menggunakan mata uang dolar Singapura sebagai alat transaksi sebelum September 1963," ujarnya.

Imam mengatakan selama ini kinerja PLN mengecewakan, meski sudah berulang kali didemo oleh ribuan orang warga Tanjungpinang. Lebih mengecewakan lagi, pemadaman listrik dilakukan saat upacara HUT RI.

"Seharusnya ini tidak terjadi," katanya.

Menurut dia, PLN seharusnya bisa bekerja maksimal, menerangi Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Bintan) sebab perusahaan itu tidak bersaing dalam menjalankan roda bisnisnya. Mesin pembangkit listrik yang digunakan seharusnya masih bagus dan tidak mudah rusak.

"Kalau yang terjadi sekarang, PLN selalu beralasan pemadaman listrik disebabkan mesin pembangkit listrik rusak dan petir. Mesin yang disewa mungkin sudah tua sehingga sering rusak," ucapnya.

Antara belum berhasil menemui Manajer Operasional PT PLN Tanjungpinang Mahjudin untuk meminta penjelasan terkait permasalahan tersebut. Ponsel yang digunakan Mahjudin juga tidak aktif saat Antara menghubunginya. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar