
Senator: Wilayah Perbatasan Belum Sepenuhnya Merdeka

Saya pernah menemukan, di pos bersama Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Utara, bahkan kualitas makanan untuk penjaga pos kita dengan penjaga pos tetangga kualitas berbanding terbaik
Batam (Antara Kepri) - Anggota Komite I DPD RI, Ria Saptarika menilai wilayah perbatasan NKRI belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan karena masih bergantung dengan negara tetangga.
"Perbatasan belum sepenuhnya merdeka. Di Kalimantan, warga tidak hanya sehari-harinya bekerja di Malaysia, ada juga yang bersekolah di sana," kata Ria Saptarika usai mengikuti upacara bendera di Batam Kepulauan Riau, Senin.
Meski tidak dijajah secara fisik, namun kecenderungan warga perbatasan yang terpaksa beraktivitas di Negari Jiran menandakan wilayah itu belum sepenuhnya merdeka.
Ia khawatir, rasa nasionalisme warga perbatasan akan luntur bila terus-menerus beraktivitas di negara tetangga.
Menurut dia, pemerintah masih lemah mengurus perbatasan, terutama di wilayah Kalimantan.
"Pemerintah masalah harus mengerahkan kemampuan, perbandingan Indonesia dengan tetangga seperti siang dan malam," kata anggota DPD RI daerah pemilihan Kepri itu.
"Saya pernah menemukan, di pos bersama Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Utara, bahkan kualitas makanan untuk penjaga pos kita dengan penjaga pos tetangga kualitas berbanding terbaik," kata dia melanjutkan.
Pemerintah pusat harus meningkatkan kesejahteraan, dengan membangun berbagai infrastruktur di perbatasan.
Sebenarnya, semangat pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah besar untuk menyejahterakan perbatasan melalui berbagai program yang dirancang. Namun, hasilnya belum dirasakan.
Sementara untuk wilayah perbatasan laut seperti di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina, menurut Ria kondisinya jauh lebih baik.
Menurut Ria, karena antara Indonesia dengan negara jiran dipisahkan laut, maka ketimpangan pembangunannya tidak terlampau terlihat.
"Kami diuntungkan karena perbatasan laut, sehingga perbedaan kualitas dalam negeri dan luar negeri tidak kontras," kata dia.
Ria juga menyoroti peran Badan Pengelolaan Perbatasan Nasional, yang belum didukung pendanaan.
"BPPN, sejauh ini kurang di-'support' dana, harus di-'support' pendanaan memadai. Sehingga lebih maksimal," kata Ria. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
